Rabu, 22 April 2026

SPMB Kota Bandung

SMP Negeri 2 Kota Bandung Siapkan 374 Kuota Pada SPMB 2025, Server Down Diwaspadai

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bandung, sudah membuka pendaftaran online untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Senin (23/6)

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
TUNJUKKAN DATA - Panitia SPMB SMP Negeri 2 Bandung saat menunjukan data pendaftaran, Senin (23/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Bandung, sudah membuka pendaftaran online untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Senin (23/6/2025).

Pendaftaran SPMB tersebut dibuka mulai pukul 12.00 WIB dengan dibagi beberapa jalur yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Pendaftaran bagi semua jalur yang telah disiapkan tersebut dilakukan secara online.

Ketua SPMB SMPN 2 Bandung, Taryono mengatakan, untuk pendaftaran SPMB tersebut dibuka sejak 23-27 Juni 2025 dan pada tahun ini pihaknya menyiapkan sebanyak kuota 374 siswa.

"Kalau kuota ini memang per hari ini sedang fiksasi, tapi direncanakan 34 dikali 11, berarti SMP 2 Bandung menerima sekitar 374 siswa," ujarnya saat ditemui di SMP Negeri 2 Bandung, Senin (23/6/2025).

Secara kepanitiaan, kata Taryono, pihaknya juga sudah menyiapkan semua keperluan seperti ruangan informasi ruangan verifikasi, termasuk untuk ruangan tes standar daerah.

"Karena untuk tahun ini ada regulasi baru, bahwa diadakan seleksi melalui jalur atau mekanisme tes standar daerah, semuanya pendaftaran online," kata Taryono.

Hanya saja, pada hari pertama ini pihaknya belum membuka data verifikator, karena berdasarkan dari informasi terakhir bahwa pendaftaran baru mulai bisa diakses pada pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Orang Tua Masih Kesulitan Daftar Online SPMB di Kota Bandung, Sekolah Sediakan Pendampingan

"Ini kami coba setelah jam istirahat, akan coba membuka aplikasinya, kita melihat apakah sudah ada yang daftar atau belum," ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan server down dengan cara terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Tetapi sejauh ini masih aman, bisa diakses dengan cepat dan mudah oleh siapapun, baik pendaftar maupun verifikator sekolah.

"Untuk server mungkin itu ada di ranahnya Dinas Pendidikan, kita hanya sebagai user saja sama halnya seperti pendaftar. Pendaftar mungkin menggunakan server untuk mendaftarkan, kalau kita di sekolah menggunakan server untuk verifikasi dan validasi data," kata Taryono. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved