Selasa, 7 April 2026

Pejabat Eselon 2 Setingkat Kepala Dinas di Pemprov Jabar Bakal Ikuti Retret

Pejabat eselon 2 setingkat Kepala Dinas bakal diikut sertakan dalam kegiatan retreat khusus yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
RETRET PEJABAT - Foto ilustrasi retret. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, didampingi wakilnya, Adhitia Yudisthira, turut hadir untuk melihat langsung kegiatan jurit malam dalam rangkaian retret di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (18/4/2025). Terbaru, Pejabat eselon 2 setingkat Kepala Dinas bakal diikut sertakan dalam kegiatan retreat khusus yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pejabat eselon 2 setingkat Kepala Dinas bakal diikut sertakan dalam kegiatan retreat khusus yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Herman Suryatman, mengatakan nantinya retreat akan meniru pemerintah pusat yang telah digelar sebelumnya.

Retreat untuk Kepala Dinas itu merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, yang meminta agar segera dipersiapkan.

"Ya, bahkan Pak Gubernur juga sudah menginstruksikan, nanti ada retreat untuk para kepala dinas," ujar Herman, Kamis (19/6/2025).

Herman mengatakan rencana retreat ini sedang dipersiapkan, terutama muatan acara yang sesuai dengan harapan Gubernur agar birokrat Pemprov memilki mental petarung. 

Baca juga: Persentase Transfer Melejit, Rafael Strucik Dikabarkan Makin Potensial ke Persib Bandung

"Sesuai dengan harapan Pak Gubernur menjadi JPT Pratama yang pancawaluya, yang cageur, bageur, bener, pinter tur singer. Jadi petarung,” katanya.

Retreat rencananya akan digelar pada 2025 ini.

Diharapkan dari acara ini ada kesamaan gerak antara pimpinan dan birokrasi, terutama bisa bergerak cepat mengatasi persoalan di lapangan. 

"Makanya lamun ASN lelet, telat, kebayang yang rugi kan rakyat. Kita berpacu dengan waktu, makanya nggak bisa main-main sekarang,” ucapnya.

Dengan kinerja Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat ini, kata dia, seluruh birokrasi dituntut untuk bekerja ekstra dan rajin turun ke lapangan. 

"Semua hari hari kerja, semua jam jam kerja. Makanya kan teman-teman sekarang taglinenya sabubukna dalam tanda kutip,” katanya.

Sabubukna yang dimaksud Sekda adalah bekerja totalitas alias tidak asal-asalan. 

“Tentu kita lakukan mitigasi, kita lakukan apa namanya, antisipasi, jangan sampai brengbeng (lari) tapi tanpa ada perhitungan kan konyol namanya. Ini spirit yang sedang kita pacu,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved