Gagas Inovasi Belajar Coding ABK, Mahasiswa FTRC UK Maranatha Raih Gold Medal Faperta Fair 7

Gagasan inovatif aplikasi belajar coding untuk anak berkebutuhan khusus (autisme) berhasil membawa tiga mahasiswa UK Maranatha meraih gold medal

ISTIMEWA/ DOK. HUMAS UK MARANATHA
MAHASISWA BERPRESTASI - Tiga mahasiswa FTRC UK Maranatha Yosua Juswandiputra, Rico Dharmawan, dan Febrian Timotius Sugiarto, meraih gold medal lomba esai nasional Faperta Fair 7, Rabu (18/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gagasan inovatif aplikasi belajar coding untuk anak berkebutuhan khusus (autisme) berhasil membawa tiga mahasiswa Universitas Kristen Maranatha meraih gold medal lomba esai nasional.

Kompetisi bertajuk Faperta Fair 7 tersebut diselenggarakan Universitas Dhyana Pura, Bali, dan bekerja sama dengan Sentosa Foundation

Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (FTRC) UK Maranatha yang meraih prestasi itu ialah Yosua Juswandiputra, Rico Dharmawan, dan Febrian Timotius Sugiarto. 

Baca juga: Disdik Jabar Perketat Aturan Jalur Prestasi SPMB 2025, Sertifikat Harus Dikeluarkan Lembaga Resmi

Dibimbing salah seorang guru besar di UK Marantha, Prof Robby Yussac Tallar, S.T, M.T, Ph.D, ketiganya membuat karya inovatif berjudul Virtual Interactive Coding Learning for Child with Autism (VILA): Aplikasi Belajar Coding untuk Anak dengan Kebutuhan Khusus (Autisme) dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Gagasan inovatif ini dilatarbelakangi situasi yang dihadapi oleh anak-anak yang mengalami autisme. Mereka pada umumnya memiliki kendala dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi, serta cara belajar yang berbeda," kata Yosua Juswandiputra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/6/2025).

Namun, menurut dia, anak yang mengalami autisme juga memiliki potensi lebih dalam hal kemampuan berpikir logis, daya ingat yang kuat, fokus pada detail, dan daya visual yang tinggi, sehingga memungkinkan memiliki keunggulan di bidang teknologi.

Ia mengatakan, esai yang dibuat bersama Rico Dharmawan dan Febrian Timotius Sugiarto itu memaparkan hasil perkembangan inovasi riset berupa aplikasi VILA. 

Pihaknya mengakui, aplikasi VILA tersebut bertujuan untuk mendorong kemajuan teknologi pendidikan pembelajaran coding bagi anak berkebutuhan khusus (autisme).

"VILA memfasilitasi metode belajar sistematis yang menggunakan pendekatan visual dan audio seperti coding blok kode, fitur audio yang jelas, dan sistem rewarding berbasis gamifikasi," ujar Yosua Juswandiputra.

Ia menyampaikan, fitur utamanya terdiri dari modul pembelajaran, permainan edukasi untuk memperkuat konsep pemrograman, dan tantangan untuk meningkatkan kemampuan serta antusiasme dalam pembelajaran. 

Baca juga: Daftar Prestasi Mutiara Annisa, Anak Anies Baswedan yang Dapat Beasiswa LPDP di Harvard

Selain itu, kelebihan lainnya yang dimiliki aplikasi VILA mencakup tampilan yang sangat user-friendly dan fleksibel sesuai kebutuhan maupun tingkat kemampuan individu pengguna.

Yosua berharap, kehadiran aplikasi VILA tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menjembatani keterlibatan anak yang mengalami autisme dalam bidang teknologi.

"Tentunya, Hal ini akan membuka peluang bagi anak dengan kebutuhan khusus atau autisme untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam visi Indonesia Emas 2045," kata Yosua Juswandiputra.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved