Senin, 13 April 2026

Sindir Halus Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Banggakan Program Maghrib Mengaji: Jangan Dibawa ke Barak

Dadang membanggakan tiga muatan pendidikan lokal di Kabupaten Bandung langsung di hadapan Dedi Mulyadi dan singgung soal barak militer.

Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama
MAGHRIB MENGAJI -Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat diwawancarai di Dome Bale, Soreang, Kabupaten Bandung. Dadang membanggakan tiga muatan pendidikan lokal di Kabupaten Bandung langsung di hadapan Dedi Mulyadi dan singgung soal barak militer. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ada yang menarik dalam  pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bandung, Minggu (15/6/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, seolah menyindir halus Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Hal ini terjadi ketika Dadang Supriyatna memberikan sambutan.

Dadang membanggakan tiga muatan pendidikan lokal di Kabupaten Bandung di hadapan Dedi Mulyadi, yaitu seperti pendidikan Pancasila, pendidikan bahasa Sunda, serta pendidikan membaca dan menghafal Al-Quran. 

Menurut Dadang, tiga muatan pendidikan lokal tersebut bisa menjadi salah satu upaya dalam membentuk dan menanamkan fondasi nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, hingga spiritualitas bagi para siswa-siswi yang ada di wilayahnya.

Baca juga: Kabupaten Bandung Incar 35 Emas, Targetkan Juara Umum MTQH ke-39 Jabar

"Tentunya, Kabupaten Bandung ada tiga muatan lokal yang sudah kami lakukan. Pertama, untuk anak sekolah TK, SD, SMP sesuai dengan kewenangannya, bahwa diwajibkan untuk mempelajari pendidikan Pancasila dan Undang-undang Dasar 45,"

"Kedua, melaksanakan pendidikan bahasa Sunda dan ketiga mengaji dan menghafal Al-Qur'an," ujar Dadang.

Lebih lanjut, Dadang menyoroti program unggulan yang kini telah menjadi kebijakan resmi di daerahnya, yakni 'Magrib Mengaji'. Program ini mendorong anak-anak untuk membaca Al Quran setiap setelah magrib, baik itu di rumah, masjid, maupun madrasah. 

Saat menjelaskan hal tersebut, Dadang menyampaikan harapannya kepada Dedi Mulyadi untuk mengadopsi program itu untuk di seluruh wilayah Jawa Barat.

Hal ini terutama setgelah Dedi Mulyadi sedang menjadi trending topik. 

"Kami sudah surat edarkan dan mohon untuk bisa dijadikan kebijakan Provinsi Jawa Barat yaitu kegiatan Magrib Mengaji di rumah atau di madrasah masing-masing. Tentunya karena Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) lagi nge-trend, mudah-mudahan ini menjadikan suatu kebijakan," katanya. 

Sindiran Halus

Setelah menyampaikan harapannya, Bupati Bandung langsung menyindir halus Dedi Mulyadi terhadap program cetusannya yaitu 'Barak Militer', yang belakangan ini viral sebagai salah satu solusi menangani siswa bermasalah.

"Jangan sampai dibawa ke barak, Pak Gubernur, jadi cukup instruksikan saja untuk anak-anak kita sekolah diwajibkan mengaji bagi agama Islam. Mengaji ba'da magrib di masjid ataupun madrasah masing-masing. Tentunya ini merupakan suatu harapan dan kebanggaan. Insya Allah anak-anak kita akan percaya dan juga menurut ke gubernur Jawa Barat," ucap saat sambutan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved