Resiliencity My Beautiful Catastrophe

Peserta pameran terdiri dari mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti mata kuliah SENDAL dari lima program studi di bawah naungan FSRD ITB, serta meliba

|
Humas FSRD ITB
Resiliencity My Beautiful Catastrophe 

TRIBUNJABAR.ID - Pameran karya mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB yang diselenggarakan di Design Centre FSRD ITB ini merupakan hasil akhir dari kegiatan Mata Kuliah Seni, Desain, dan Lingkungan 2025 (dikenal dengan sebutan Kuliah SENDAL FSRD ITB).

Peserta pameran terdiri dari mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti mata kuliah SENDAL dari lima program studi di bawah naungan FSRD ITB, serta melibatkan 20 mahasiswa dari Catholic University of Leuven, Belgia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat FSRD ITB tahun 2025, yang sejak tahun 2021 secara rutin disinergikan dengan Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN).

1Resiliencity My Beautiful Catastrophe
Resiliencity My Beautiful Catastrophe

 Khusus pada tahun ini, kerja sama lintas institusi ini diperluas dan diperkuat melalui keterlibatan dalam Program Kolaborasi Dua Negara: Global Minds 2025.

Kolaborasi internasional ini menjadikan pelaksanaan kuliah SENDAL dan pameran karya mahasiswa semakin kaya secara perspektif dan pengalaman. Partisipasi institusi Global Minds dari Belgia turut memberikan warna tersendiri, dengan kehadiran mereka dalam sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan diskusi pembuka yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan pameran pada tanggal 11 Juni 2025.

2Resiliencity My Beautiful Catastrophe
Resiliencity My Beautiful Catastrophe

“Resiliencity” dipilih sebagai tema utama dalam pameran tahun ini, sebagai respons terhadap berbagai isu sosial dan lingkungan yang kian kompleks di wilayah perkotaan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pendekatan pemecahan masalah berbasis seni dan desain, pameran ini mengangkat cara-cara warga kota dan masyarakat di kawasan pemukiman padat dalam menunjukkan daya tahan (resiliensi) mereka terhadap berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

Pameran ini menampilkan lebih dari 80 karya mahasiswa, yang merupakan hasil kolaborasi lintas kelompok keahlian dan disiplin ilmu di lingkungan FSRD ITB. Proses kolaboratif yang dijalankan secara interdisipliner dan antarinstansi ini merupakan bagian dari upaya ITB dalam membangun iklim kolaborasi yang kuat, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadapi permasalahan sehari-hari di lingkungan sekitar.

Melalui pameran ini, diharapkan lahir berbagai perspektif baru dalam merespons isu-isu masyarakat urban dan lingkungan hidup, serta membuka ruang dialog antara dunia akademik dan komunitas dalam mencari solusi yang berkelanjutan

Salah satu hal yang membuat proses pembelajaran dalam mata kuliah SENDAL (Seni, Desain, dan Lingkungan) FSRD ITB ini terasa berbeda dan bermakna adalah pendekatan kolaboratif yang menyeluruh. Selama satu semester, mahasiswa tidak hanya menjalani proses kreatif secara mandiri, tetapi didampingi secara intensif oleh tim pengajar lintas program studi, sekaligus berinteraksi langsung dengan berbagai mitra dari luar kampus.

3Resiliencity My Beautiful Catastrophe
Resiliencity My Beautiful Catastrophe

Pendampingan diberikan oleh dosen-dosen dari berbagai program studi di FSRD ITB, antara lain Dr. Dwinita Larasati, yang juga menjadi koordinator utama mata kuliah ini; Amira Rahardiani, Ph.D., dari Program Studi Desain Produk; Alvanov Z. Mansoor, Ph.D., dari Program Studi Desain Komunikasi Visual; Dr. A. Rikrik Kusmara dan Almira Belinda Zainsjah, M. Sn., dari Program Studi Seni Rupa; Dr. Tyar Ratuanissa dari Program Studi Kriya; serta Miranti Sari Rahma, M.Ds., dari Program Studi Desain Interior. Para pengajar ini tidak hanya membimbing di kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam kegiatan kolaboratif berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Keunikan lainnya terletak pada keterlibatan langsung mitra eksternal dalam proses pembelajaran. Mahasiswa berkesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), Kolaborasi Global Minds 2025, pelaku UMKM, organisasi non-pemerintah (NGO), serta komunitas atau institusi lokal lainnya.

Mahasiswa diwajibkan menjalin kerja sama dengan setidaknya satu mitra dalam proyek yang mereka jalankan. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga membuka ruang komunikasi dua arah yang penting. 

Mitra memiliki kesempatan untuk menyampaikan permasalahan riil yang mereka hadapi di lapangan, sementara mahasiswa dapat menjadikan tantangan tersebut sebagai bahan refleksi sekaligus dasar penciptaan karya. Interaksi ini memungkinkan karya yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui pendekatan ini, mata kuliah SENDAL bukan sekadar ruang akademik, melainkan juga laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar merespons persoalan masyarakat dengan pendekatan seni dan desain yang kontekstual dan berkelanjutan.
  
Diskusi hasil karya mahasiswa FSRD ITB (Design Centre ITB) pada pembukaan acara Resiliencity

Tema "Resiliensi" dipilih sebagai payung utama dalam pameran ini karena memberikan penekanan pada kemampuan individu untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit dalam menghadapi berbagai tantangan. Tema ini menjadi sangat relevan mengingat saat ini masyarakat tengah dihadapkan pada beragam permasalahan lingkungan, seperti perubahan iklim, produksi sampah yang berlebihan, hingga upaya komunitas dalam menggerakkan masyarakat untuk mengatasi persoalan sehari-hari.

Proses pemecahan masalah tersebut menjadi fokus yang diangkat dalam karya-karya yang dipamerkan. Dalam proses penciptaannya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk merancang solusi atas suatu masalah, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi karya terhadap lingkungan dan prinsip keberlanjutan (sustainability).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved