Jumat, 24 April 2026

Teh Anya Dorong Kebangkitan Desa melalui Koperasi Merah Putih

Target ambisius untuk mendirikan KMP di 5.311 desa menjelang Hari Koperasi pada 12 Juli 2025 menjadi perhatian utama.

DPD RI
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti, yang kerap disapa Teh Aanya, dengan penuh semangat menginisiasi percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa di provinsi tersebut.

Menurutnya, program ini lebih dari sekadar kegiatan seremonial belaka. KMP dirancang sebagai solusi strategis untuk mengakhiri ketergantungan masyarakat desa pada rentenir, layanan pinjaman daring berbunga tinggi, dan tengkulak yang kerap membebani kehidupan petani serta pelaku usaha kecil di desa.

Langkah-langkah progresif yang diambil oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat dalam menjalin kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota menuai apresiasi dari Teh Aanya.

Target ambisius untuk mendirikan KMP di 5.311 desa menjelang Hari Koperasi pada 12 Juli 2025 menjadi perhatian utama. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa hambatan tertentu masih terjadi di beberapa daerah, termasuk Kota Depok.

“Hari Koperasi tinggal hitungan hari. Saya yakin Dinas bisa menyelesaikan persoalan miskomunikasi dengan Pemkot Depok. Koperasi ini harus berdiri serentak,” tegas Teh Aanya.

Lebih lanjut, Teh Aanya menekankan pentingnya memastikan bahwa KMP tidak hanya menjadi simbol belaka atau alat politik semata.

“Koperasi Merah Putih harus menjadi legacy, bukan sekadar prasasti. Ini era baru, di mana desa jadi pusat pembangunan. Jangan biarkan program ini tinggal nama tanpa hasil nyata,” tambahnya dengan penuh penekanan.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan yang profesional dan berorientasi jangka panjang. Dengan visi yang jelas, Teh Aanya menegaskan bahwa KMP harus dibangun dengan empat pilar utama: sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, modal yang cukup, dan strategi bisnis yang matang.

“Saya akan pastikan KMP punya empat fondasi kuat: Man, Machine, Money, and Method. Harus ada keseriusan agar KMP benar-benar memberi dampak,” ungkapnya.

Sebagai anggota DPD RI, Teh Aanya berkomitmen untuk memastikan sinergi antara berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Desa, Kementerian Desa, dan Kementerian Koperasi.

Ia menegaskan bahwa KMP dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi pedesaan, memperluas akses keuangan, serta menciptakan peluang kerja di tingkat lokal.

Program Koperasi Merah Putih ini berakar pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, yang mengedepankan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa. Beragam sektor strategis, mulai dari simpan pinjam, klinik desa, apotek murah, logistik, hingga distribusi sembako, menjadi fokus utama KMP.

Setiap unit KMP diproyeksikan menerima dana awal antara Rp3 hingga Rp5 miliar. Dengan modal ini, koperasi diharapkan mampu menekan angka inflasi, memangkas rantai distribusi, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Kuncinya adalah konsistensi dan inovasi berkelanjutan. Kalau ini berhasil, anak cucu kita akan mengenang KMP sebagai tonggak kebangkitan ekonomi desa,” ujar Teh Aanya menutup penjelasannya dengan penuh harapan.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved