Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Mengaku Tidak Diculik Meski Menghilang 5 Hari
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, membuat pengakuan setelah menghilang lima hari. Bahkan, dia dilaporkan diculik dan diturunkan di Bangkalan.
TRIBUNJABAR.ID, SIDOARJO - Mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, membuat pengakuan setelah menghilang lima hari.
Bahkan, dia dilaporkan diculik dan diturunkan di Bangkalan, Madura.
Kusnadi hilang selama lima hari.
Meski begitu, Kusnadi memastikan dirinya tidak diculik.
Saat dilaporkan hilang oleh keluarganya, Kusnadi mengaku sedang mencari pengobatan alternatif kepada seroang kiai di Pamekasan, Madura.
“Saya tidak diculik, saya tidak melarikan diri, saya tidak hilang, saya tidak menghilang, saya tidak dianiaya. Malah di sana itu dikasih makan sate, dikasih makan gulai pas Lebaran Haji," kata Kusnadi, Senin (9/6/2025).
Baca juga: Mantan Ketua DPRD Jatim Jadi Korban Penculikan, Ditemukan di Bangkalan Setelah Lima Hari
Kusnadi mengaku mencari pengobatan alternatif untuk penyakit kanker getah bening yang dideritanya. Kusnadi mengakui kesalahannya karena tidak memberitahu keluarganya sebelum pergi.
“Saya mohon maaf sekali kepada seluruh masyarakat dan saya mohon maaf betul,” katanya.
Terkait tiga orang yang membawanya pergi pada Rabu (4/6/2026), Kusnadi mengaku kenal betul pada mereka.
Mereka adalah warga asal Madura yang kerap mengunjunginya di peternakan. Mereka juga merupakan teman lamanya di organisasi kemahasiswaan saat masuk kuliah.
“Ya kenal, kenal banget, bukan baru kemarin saja. Mohon maaf, yang ngajak saya kemarin itu walaupun tidak satu angkatan, mereka satu organisasi kemahasiswaan yang sama dengan saya,” kata Kusnadi.
Ketiga orang tersebut datang ke peternakannya di Balongbendo, Sidoarjo, dalam rangka survei untuk membuka usaha warung.
Baca juga: Bocah di Sukabumi Selamat dari Penculikan setelah Lompat dari Motor Penculik, Polisi Sedang Pastikan
“Ya, orang Madura. Dua orang satu sopir, dia ke sini sedang melakukan survei untuk membuka warung madura,” ujarnya.
Ketiga orang tersebut juga sering menginap di tempat peternakannya saat berkunjung ke Sidoarjo.
“Dia sering tidur di tempat saya walaupun di kursi dan sama tetangga juga baik-baik saja,” katanya.
Sebelumnya, politisi PDIP itu dilaporkan hilang oleh keluarganya ke polisi pada Minggu (8/6/2025) karena tidak diketahui keberadaanya sejak dijemput tiga orang pada Rabu (4/6/2026).
Pada Senin (9/6/2025) dini hari, keluarga mengetahui Kusnadi berada di Bangkalan, Madura. Kusnadi ditemukan di Tanam Merah dalam kondisi linglung. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kusnadi: Saya Tidak Diculik, Saya Tidak Menghilang, Saya Mohon Maaf"
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Angie Natesha Soroti Keadilan Sosial yang Belum Merata |
|
|---|
| Ribuan Calon Siswa Ingin Masuk Sekolah Maung di SMAN 3 & 5, Zaini: Komisi V Kawal Hingga Pengumuman |
|
|---|
| Tinjau SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 dan 5 Bandung, Zaini Shofari: Masih Ada Kendala di Aplikasi |
|
|---|
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Anggota DPRD Jabar Cucu Sugiarti Buka Ruang Dialog, Ajak Generasi Muda Bekasi Awasi Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Mantan-Ketua-DPRD-Jatim-Kusnadi-menjadi.jpg)