100 Hari Gebrakan Lucky Hakim-Syaefudin di Dunia Pendidikan Indramayu, Perjuangkan Honorer
Komitmen keduanya di bidang pendidikan pun patut diapresiasi meski tak sedikit pula catatan yang harus direalisasikan.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Lucky Hakim dan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin genap menapaki 100 hari kerja.
Komitmen keduanya di bidang pendidikan pun patut diapresiasi meski tak sedikit pula catatan yang harus direalisasikan.
Pemerintah memulai kerjanya di bidang pendidikan dengan mengupayakan mimpi para honorer yang mayoritas guru diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca juga: Lucky Hakim Buka Uji Kompetensi untuk 17 JPT Pemkab Indramayu, Pastikan Prosesnya Transparan
Koordinasi kala itu langsung dilakukan dengan BKN diawal masa keduanya menjabat, termasuk berkoordinasi pula dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk skema penggajian.
Terbaru, Lucky Hakim-Syaefudin berhasil mengentaskan status Plt di kalangan kepala sekolah di Indramayu. Indramayu pun menjadi salah satu daerah yang berhasil melakukan percepatan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu, Caridin mengatakan, masih banyak kabupaten/kota lain yang belum menuntaskan soal pengangkatan kepala sekolah dan pengawas sekolah ini.
Mereka terbentur batas waktu yang sudah ditutup per tanggal 20 Mei 2025 kemarin.
“Tapi Indramayu alhamdulillah sudah terangkat semua, sebanyak 236 orang,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (5/6/2025).
236 orang itu diketahui terdiri dari 213 kepala sekolah tingkat SD, 23 kepala sekolah tingkat SMP, dan 4 orang pengawas sekolah.
“Alhamdulillah semuanya lancar kalau di Indramayu, di 100 hari kerja kita bisa menuntaskan pengangkatan ini berkat arahan, petunjuk, serta upaya beliau (Bupati),” ujar dia.
Pengentasan status Plt kepala sekolah di Indramayu ini diketahui masih sejalan dengan janji kampanye Lucky Hakim-Syaefudin yang terus mereka gaungkan, yaitu ingin membenahi birokrasi.
Selain itu, Lucky Hakim-Syaefudin juga tercatat fokus dalam pengembangan karakter para siswa di Indramayu. Pemkab Indramayu juga berkoordinasi penuh dengan Pemprov Jabar untuk masalah ini.
Seperti langsung dibuatkannya surat edaran untuk tingkat kabupaten misalnya terkait kebijakan aturan jam malam bagi pelajar, hingga mendukung kelulusan siswa yang digelar sederhana agar tak membebani orang tua.
Baca juga: Mahasiswa Beri Nilai 70 Untuk Kinerja Lucky Hakim-Syaefudin dalam 100 Hari Kerjanya di Indramayu
Tak mau kalah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Lucky Hakim juga mencetuskan rencananya soal kebijakan masuk SMP harus bisa membaca Al-Quran bagi siswa muslim. Kebijakan ini pun dapat respon baik dari orang tua agar anak-anak mereka pandai mengaji.
| Kejati Jabar Buka Opsi Periksa Pihak Lain untuk Kembangkan Kasus Korupsi di DPRD Indramayu |
|
|---|
| Kisruh PCMB dalam SPMB Jabar: Sistem Error di Saat Genting, Orang Tua Pusing, Kadisdik Minta Maaf |
|
|---|
| SPMB 2026, Pemprov Jabar Dinilai Perlu Kategorikan Siswa yang Akan Dibiayai di Sekolah Swasta |
|
|---|
| Purwanto Hanya Bisa Minta Maaf Akses PCMB Jabar Terganggu, 77 Ribu Siswa Disiapkan ke Sekolah Swasta |
|
|---|
| Web SPMB Jabar Down Saat Pengumuman Hasil PCMB 2026, Ini Pembelaan Kadisdik Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim-kanan-bersama-Wakil-Bupati-Indramayu-Syaefudin.jpg)