Sabtu, 25 April 2026

Trio Bruno, Mito, dan Sanjaya Sapi Milik Peternak Bandung Dipilih Jadi Hewan Kurban Prabowo Subianto

Tiga sapi milik Vandry Dwitama, peternak asal Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
TUNJUKKAN SAPI - Vandry saat menunjukkan sapinya yang dipilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo, Kamis (5/6/2025). Tiga sapi milik Vandry dipilih untuk hewan kurban Presiden. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tiga sapi milik Vandry Dwitama, peternak asal Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2025 ini.

Sapi berbulu cokelat dengan corak putih milik Vandry yang merupakan pemilik peternakan bernama Dwi Sejahtera Perkasa (DSP) Farm tersebut tampak sehat dan gagah karena memiliki badan yang gempal.

Sapi jenis simental tersebut mempunyai bobot 1 sampai 1,2 ton dan bisa terpilih sebagai hewan kurban Presiden setelah melalui seleksi yang ketat hingga akhirnya dinyatakan layak dibeli oleh orang nomor satu di negara ini.

"Kalau sapi presiden itu pasti sapi-sapi yang besar, utamakan dulu yang besar. Dari kesehatannya terjamin. Pengecekan lab ke lab, mulai dari cek air liur, sampel darah, dan sampel kotoran hewan," ujar Vandry, Kamis (5/6/2025).

Vandry mengatakan, sapi pertama dinamai Bruno dengan bobot 1.217 kilogram atau 1,2 ton. Kedua, Mito yang memiliki bobot 1.175 kilogram atau hampir 1,2 ton, dan yang ketiga yakni Sanjaya dengan bobot 1.054 kilogram.

Baca juga: Cek Kesehatan Hewan Kurban, Pemkot Cirebon Pastikan Tak Ada Domba Sakit yang Disembelih

Rencananya, tiga sapi tersebut akan dikirim ke tiga tempat berbeda.

Bruno akan langsung dikirim ke Istana Presiden di Bogor, Mito ke Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung, sedangkan Sanjaya ke daerah Kabupaten Indramayu.

Selain tiga sapi tersebut, sapi lain milik Vandry menjadi langganan dipilih presiden. Bahkan, selama lima tahun berturut-turut sapi miliknya kerap terpilih meski harus mengikuti proses seleksi yang ketat.

"Alhamdulillah tahun ini ke lima. Berarti lima tahun berturut-turut sapi kita dipilih untuk kurban Presiden. Untuk tahun ini ada tiga ekor sapi simental yang terpilih," katanya.

Untuk bisa terpilih selama lima tahun berturut-turut, Vandry mengaku prosesnya memang tak mudah. Sebab, banyak tantangan yang dihadapi terutama soal keterbatasan lahan dan sumber pakan yang hingga kini terbatas.

"Karena keterbatasan lahan, kita jadi harus bisa benar-benar memanfaatkan lahan yang ada terutama lahan untuk menjadikan sumber pakan seperti kebutuhan nutrisi, protein, dan serat," ucap Vandry.

Baca juga: 5 Doa untuk Orang yang Berkurban Termasuk Doa Melihat Hewan Kurban Disembelih Lengkap dengan Artinya

Kendati demikan, Vandry bersyukur sampai saat ini banyak dukungan kesehatan untuk hewan ternak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung.

"Namun untuk pengembangannya sampai saat ini memang belum. Tapi harapannya ke depan peternak di Kota Bandung bisa tetap bersaing secara kuantitas dan kualitas dengan kota kabupaten lain," ujarnya.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan, adanya hewan kurban berbobot besar milik peternak lokal, seperti sapi milik Vandry yang beratnya mencapai 1,2 ton itu membuktikan bahwa kualitas hewan kurban di Bandung meningkat.

"Sapi ini akan jadi hewan untuk bantuan presiden, nanti pemeriksaannya tidak hanya pada hewan hidup, tapi juga daging, organ dalam, dan tempat pemotongan. Kita pastikan semuanya bersih dan aman," kata Gin Gin beberapa waktu lalu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved