Minggu, 19 April 2026

Wali Kota Bandung Ingatkan Warga Pinggir Sungai: Jangan Tunggu Bencana Datang!

Pesan ini disampaikan dengan penuh keprihatinan saat dirinya turun langsung meninjau area terdampak bencana longsor dan banjir

bandung.go.id
GOTONG ROYONG - Warga bergotong royong mengantisipasi bencana saat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung meninjau area terdampak bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kota Bandung pada Sabtu, 24 Mei 2025. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kembali menyerukan kepada masyarakat yang tinggal di tepian sungai untuk segera pindah ke lokasi yang lebih aman.

Pesan ini disampaikan dengan penuh keprihatinan saat dirinya turun langsung meninjau area terdampak bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kota Bandung pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Dalam tinjauan tersebut, Farhan mengunjungi empat lokasi utama yang menjadi perhatian serius, yaitu:

  • Kelurahan Lingkar Selatan, Lengkong.
  • Kelurahan Arjuna, Cicendo.
  • Kelurahan Hegarmanah, Cidadap.
  • Kelurahan Cipaganti, Coblong.

Menurut Farhan, bencana yang melanda Kota Bandung tidak mengenal wilayah. Baik kawasan selatan, timur, barat, maupun utara, semuanya terpapar dampak fenomena cuaca ekstrem berupa kemarau basah.

"Kemarau basah ini ditandai dengan curah hujan tinggi yang tidak dapat diprediksi, bahkan ketika seharusnya memasuki musim kemarau," jelasnya.

Fenomena ini memunculkan risiko besar bagi warga, terutama mereka yang bermukim di daerah rawan seperti pinggiran sungai.

"Buntut hujan alias kemarau basah ini menakutkan. Longsor dan banjir terjadi di mana-mana. Mulai dari Mandalajati di kawasan Bandung Timur, kawasan Lengkong, hingga kawasan Hegarmanah di utara. Jangan tunggu ada korban jiwa," ujar Farhan.

Dalam aksi nyata hari itu, Pemerintah Kota Bandung menggandeng Bank BJB untuk memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta kepada warga yang tinggal di bantaran sungai. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung warga agar dapat segera pindah ke tempat yang lebih aman.

“Pemerintah tidak mungkin menggusur. Namun kami minta, ayo, pindah. Kami bantu untuk pindah, cari tempat lebih aman. Karena kondisi sekarang sangat membahayakan,” kata Farhan menegaskan.

Farhan juga menekankan bahwa solusi untuk masalah ini tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan materi. Menurutnya, diperlukan perubahan pola pikir masyarakat agar tidak lagi tinggal di kawasan yang berisiko tinggi.

"Jangan pernah mau ngontrak atau tinggal di daerah aliran sungai, karena itu berbahaya," tegasnya lagi.

Langkah antisipasi lain yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah pengerukan sungai-sungai kecil untuk mengembalikan kedalaman normal alirannya.

Namun, Farhan tidak menampik adanya kendala teknis, seperti keterbatasan alat berat yang sulit menjangkau daerah dengan akses jalan sempit.

Selain itu, Farhan juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas pemerintah. Ia menggarisbawahi perlunya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelamatkan kawasan Bandung Utara yang telah mengalami deforestasi parah.

Di sisi lain, ia juga menyerukan percepatan normalisasi Sungai Citarum agar banjir tidak terus-menerus menghantui warga Bandung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved