Dipanggil Prabowo ke Istana, Bimo Wijayanto Bakal Jadi Dirjen Pajak, Letjen Djaka Dirjen Bea Cukai
Bimo mengungkapkan, dirinya dan Letjen Djaka menerima banyak arahan saat dipanggil presiden ke Istana Kepresidenan.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pimpinan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Bea Cukan bakal diganti. Presiden Prabowo Subianto pun telah memanggil dua sosok calon pemimpin Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai,
Keduanya adalah Bimo Wijayanto dan Letjen TNI Djaka Budi Utama.
Bimo Wijayanto dan Letjen TNI Djaka Budi Utama dipanggil Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Baca juga: Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di Jawa Barat Diperpanjang sampai 30 Juni 2025, Cek Cara Bayarnya
Bimo mengungkapkan, dirinya dan Letjen Djaka menerima banyak arahan saat dipanggil presiden ke Istana Kepresidenan.
Salah satunya adalah komitmen Presiden untuk memperbaikin isstem perpajakan Indonesia agar lebih akuntabel, berintegritas, dan independen.
Hal tersebut merupakan salah satu upaya mengamankan program-program nasional, khususnya dari sisi penerimaan negara.
Hal tersebut diungkapkan Bimo Wijayanto usai dipanggil ke Kompleks Istana Kepresidenan.
""Saya diberikan mandat nanti sesuai dengan arahan menteri keuangan akan bergabung dengan Kementerian Keuangan. Begitu juga dengan Letjen Djaka," ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Bimo menambahkan, ada beberapa hal yang diberikan arahan kuat oleh presiden. Yakni melakukan hal-hal yg diperlukan untuk membuat martabat direktorat jenderal pajak dan direktorat jenderal bea cukai agar bisa lebih kuat dalam mengamankan penerimaan negara.
"Coretax akan kita percepat pembenahannya, supaya bisa memberikan kepastian pelayanan kepada wajib pajak," jelas Bimo.
Sebelumnya, Fajry Akbar, Pengamat Pajak dari Center for Indonesian Taxation Analysis (CITA), menjelaskan bahwa selama masa jabatan Dirjen Pajak, Suryo Utomo telah mencapai banyak hal, termasuk tiga kali pencapaian target penerimaan pajak.
Baca juga: Tutup Celah Kebocoran Pajak, Pemkab Sumedang Gandeng PT. NDS Gunakan Teknologi SmartTax
Dalam empat tahun terkhir, penerimaan pajak meningkat sebesar Rp 215 triliun setiap tahun. Selain itu juga, telah disahkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang menjadi bagian reformasi kebijakan.
Dari segi organisasi dan proses bisnis, Suryo berhasil melakukan transformasi digital, penambajan KPP Madya, serta melahirkan Coretax atau Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP).
Namun, Fajry menegaskan bahwa siapapun yang mengisi posisi Dirjen Pajak selanjutnya akan sulit untuk menyamai prestasi yang diraih oleh Suryo Utomo.
Meski implementasi Coretax belum sepenuhnya berjalan mulus dan masalah yang ada saat ini telah berkurang jauh dibandingkan dengan bulan Januari lalu.
"Namun nantinya, kita harapkan akan menjadi game changer ke depannya," ujar Fajry, dilansir dari Kontan.co.id.
Artikel ini telah tayang di Kontan
| Momen Prabowo dan SBY Berdiri Berdampingan Beri Hormat, Lepas Jenazah Mayor Zulmi ke Bandung |
|
|---|
| Hormat Terakhir Prabowo untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Cium Kening Bayi di Depan Peti Mati |
|
|---|
| Prabowo Sudah Membaca Masa Depan: Perang Modern Dimenangkan oleh Logistik, Bukan Senjata |
|
|---|
| Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo, Grab Tuntaskan Pembayaran BHR Mitra |
|
|---|
| Bupati Sumedang Bukber dengan Kader Gerindra : Siap Sukseskan Program Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bimo-Wijayanto-di-Istana-Kepresidenan.jpg)