Rabu, 8 April 2026

Dipanggil Prabowo ke Istana, Bimo Wijayanto Bakal Jadi Dirjen Pajak, Letjen Djaka Dirjen Bea Cukai

Bimo mengungkapkan, dirinya dan Letjen Djaka menerima banyak arahan saat dipanggil presiden ke Istana Kepresidenan.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
DIRJEN PAJAK PILIHAN PRABOWO - Calon Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5//2025). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pimpinan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Bea Cukan bakal diganti. Presiden Prabowo Subianto pun telah memanggil dua sosok calon pemimpin Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai,

Keduanya adalah Bimo Wijayanto dan Letjen TNI Djaka Budi Utama.

Bimo Wijayanto dan Letjen TNI Djaka Budi Utama dipanggil Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Baca juga: Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di Jawa Barat Diperpanjang sampai 30 Juni 2025, Cek Cara Bayarnya

Bimo mengungkapkan, dirinya dan Letjen Djaka menerima banyak arahan saat dipanggil presiden ke Istana Kepresidenan.

Salah satunya adalah komitmen Presiden untuk memperbaikin isstem perpajakan Indonesia agar lebih akuntabel, berintegritas, dan independen.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya mengamankan program-program nasional, khususnya dari sisi penerimaan negara.

Hal tersebut diungkapkan Bimo Wijayanto usai dipanggil ke Kompleks Istana Kepresidenan.

""Saya diberikan mandat nanti sesuai dengan arahan menteri keuangan akan bergabung dengan Kementerian Keuangan. Begitu juga dengan Letjen Djaka," ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Bimo menambahkan, ada beberapa hal yang diberikan arahan kuat oleh presiden. Yakni melakukan hal-hal yg diperlukan untuk membuat martabat direktorat jenderal pajak dan direktorat jenderal bea cukai agar bisa lebih kuat dalam mengamankan penerimaan negara. 

"Coretax akan kita percepat pembenahannya, supaya bisa memberikan kepastian pelayanan kepada wajib pajak," jelas Bimo.

Sebelumnya, Fajry Akbar, Pengamat Pajak dari Center for Indonesian Taxation Analysis (CITA), menjelaskan bahwa selama masa jabatan Dirjen Pajak, Suryo Utomo telah mencapai banyak hal, termasuk tiga kali pencapaian target penerimaan pajak.

Baca juga: Tutup Celah Kebocoran Pajak, Pemkab Sumedang Gandeng PT. NDS Gunakan Teknologi SmartTax

Dalam empat tahun terkhir, penerimaan pajak meningkat sebesar Rp 215 triliun setiap tahun. Selain itu juga, telah disahkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang menjadi bagian reformasi kebijakan. 

Dari segi organisasi dan proses bisnis, Suryo berhasil melakukan transformasi digital, penambajan KPP Madya, serta melahirkan Coretax atau Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP).

Namun, Fajry menegaskan bahwa siapapun yang mengisi posisi Dirjen Pajak selanjutnya akan sulit untuk menyamai prestasi yang diraih oleh Suryo Utomo.

Meski implementasi Coretax belum sepenuhnya berjalan mulus dan masalah yang ada saat ini telah berkurang jauh dibandingkan dengan bulan Januari lalu.

"Namun nantinya, kita harapkan akan menjadi game changer ke depannya," ujar Fajry, dilansir dari Kontan.co.id.


Artikel ini telah tayang di Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved