Rabu, 22 April 2026

Buruh Tani Miskin di Sumedang Kini Diberi Tanah Garapan dan Mesin Pertanian

Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan lahan garapan dan alat pertanian supaya mereka bisa lebih produktif. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Dok Humas Pemkab Sumedang
DEMPLOT PETAPA RAJA - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dengan didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila dan Sekda Tuti Ruswati saat mendatangi Demplot Petapa Raja (Pertanian Terpadu Rakyat Sejahtera) di Blok Cilimbangan, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (19/5/2025). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Buruh tani miskin di Kabupaten Sumedang dirangsang untuk sejahtera. Caranya, Pemerintah Kabupaten Sumedang memberikan lahan garapan dan alat pertanian supaya mereka bisa lebih produktif. 

Sebagai buruh tani, pekerjaan hanya didapat ketika tuan tanah mengadakan pertanian satu musim.

Tapi sebagai petani dengan lahan garapan dan alat pertanian, mereka bisa bekerja tanpa menunggu instruksi pemilik lahan. 

Dalam Program 100 Hari Kerja Sektor Pertanian dalam kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir-Fajar Aldila, pemerintah fokus pada pemberdayaan buruh tani miskin melalui dua hal tersebut.

Saat ini, Pemkab Sumedang punya Demplot Petapa Raja (Pertanian Terpadu Rakyat Sejahtera) di Blok Cilimbangan, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan.

Demplot ini telah dikunjungi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dengan didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila dan Sekda Tuti Ruswati Senin (19/5/2025).

Program tersebut menjadi langkah nyata implementasi “Starbak” (Satu Hektar untuk Bertani Bangkit) yang menjadi unggulan dalam 100 hari pertama kerja Bupati dan Wakil Bupati.

Di lokasi tersebut sebanyak 20 buruh tani diberikan hak kelola atas 2 hektare tanah milik Pemda Kabupaten Sumedang.

“Selama ini bantuan pemerintah hanya menyasar petani pemilik lahan. Padahal buruh tani juga punya keterampilan dan pengalaman. STARBAK hadir sebagai jawaban. Pemerintah memfasilitasi lahannya, bantu benih, pupuk, Alsintan, hingga peternakan. Ini wujud keadilan sosial di sektor pertanian,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa jika program itu berhasil, setiap buruh tani berpotensi memperoleh pendapatan hingga Rp3,8 juta per bulan.

 “Inilah gerakan nyata untuk mensejahterakan buruh tani yang selama ini terpinggirkan,” tambahnya.

Hasil pertanian dari demplot tersebut akan dikoneksikan dengan Koperasi Merah Putih yang memiliki fasilitas cold storage , gudang, dan armada pengangkut untuk mempermudah distribusi dan pemasaran.

Bupati juga membuka peluang kolaborasi dengan Koperasi Milenial Makmur Juara dari Sindulang Kecamatan Cimanggung yang berpengalaman mendampingi petani muda.

“Selama ini persoalan petani bukan hanya produksi, tapi pemasaran. Kita uji coba koperasi sebagai offtaker STARBAK agar hasil panen petani terserap maksimal,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved