Rabu, 22 April 2026

SLBN A Pajajaran Sekolah SLB tertua se-Asia Tenggara terancam bubar

TRIBUNJABAR.ID - Bandung - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Maulana Yusuf Erwinsyah, mengingatkan Kementerian S

Istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Maulana Yusuf Erwinsyah 

Maulana Yusuf Ingatkan: Sekolah Rakyat Jangan Korbankan Sekolah Lama

TRIBUNJABAR.ID - Bandung - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Maulana Yusuf Erwinsyah, mengingatkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak mengorbankan sekolah yang telah lama berdiri.

Pernyataan ini disampaikan menyusul wacana pengalihfungsian SLBN A Pajajaran Bandung menjadi Sekolah Rakyat oleh Kemensos. Padahal, sekolah tersebut memiliki nilai sejarah penting dan telah berdiri sejak tahun 1901, jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Program Sekolah Rakyat tentu baik dan patut didukung, namun jangan sampai pelaksanaannya mengorbankan sekolah yang sudah lama berdiri dan masih sangat dibutuhkan masyarakat, seperti SLBN A Pajajaran ini," ujar Maulana Yusuf dalam keterangannya, Jumat (16/05/2025).

Rencana Kemensos mendirikan Sekolah Rakyat di kawasan Wyata Guna, Bandung, dinilai mengancam eksistensi gedung SDLB dan SMPLB milik SLBN A Pajajaran. Gedung bersejarah tersebut terancam digusur.

“Bahkan per-hari ini pengosongan ruang kelas terpaksa dilakukan, padahal sedang kondisi ujian. Anak-anak peserta didik SLB tingkat SD dan SMP sebanyak 75 orang terpaksa dipindahkan, numpang, ke SLB Cicendo.” Ujar Maulana Yusuf yang telah melihat secara langsung lokasi SLBN.

Maulana Yusuf mendesak agar pemerintah Provinsi mencari solusi alternatif yang tidak merugikan pihak manapun. Menurutnya, esensi dari Sekolah Rakyat adalah memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, yang sejatinya juga menjadi misi utama SLBN A Pajajaran.

"Kita semua sepakat pendidikan harus merata dan inklusif. Namun jangan sampai langkah memperluas akses pendidikan justru menghilangkan yang sudah ada dan terbukti berjasa. Saya harap ada kebijakan yang lebih bijak," tegasnya.

Ia pun berharap, Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tidak buta dalam menjalankan setiap program yang diinginkan Presiden, dan segera duduk bersama mencari solusi terbaik agar program Sekolah Rakyat bisa berjalan tanpa mengorbankan sekolah-sekolah bersejarah yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Indonesia.

Mengingat sejarah yang begitu kuat di sekolah SLBN A Pajajaran ini, Maulana mengusulkan agar kementerian sosial menghibahkan tanah SLBN A Pajajaran ini ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Atau menjadikan SLBN A Pajajaran ini sebagai SRLB (Sekolah Rakyat Luar Biasa) Negeri. Agar secara fungsi dan history tetap terjaga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved