Industri Otomotif Didesak Waspadai Lonjakan Mobil Asing
Gaikindo mengingatkan industri otomotif nasional untuk mewaspadai potensi lonjakan produk impor sebagai imbas dari kebijakan tarif impor AS
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Yohannes Nangoi, mengingatkan industri otomotif nasional untuk mewaspadai potensi lonjakan produk impor sebagai imbas dari kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
Ia menyebut kondisi pasar domestik saat ini memang cenderung landai, namun tetap harus dijaga agar tidak terdisrupsi oleh limpahan produk otomotif asing.
“Kita harus waspadai banjirnya produk dari luar negeri, termasuk otomotif. Negara-negara yang terdampak tarif baru dari Presiden AS berpotensi mengalihkan ekspornya ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Nangoi dikutip dari keterangan resmi Gaikindo, Jumat (16/5/2025).
Baca juga: GIIAS di Bandung Resmi di Buka, Masyarakat dan Pecinta Otomotif Antusias
Menurutnya, lonjakan ekspor kendaraan dari negara-negara produsen besar yang kesulitan mengakses pasar AS bisa memotong peluang pasar domestik dan mengganggu ekosistem produksi lokal.
“Ekspor kita dari Indonesia saat ini stabil. Tapi kalau pasar kita dipotong oleh produk luar, itu bisa sangat merugikan. Karena mereka kelebihan stok, sementara akses ke AS tertutup,” tegasnya.
Data GAIKINDO menunjukkan bahwa ekspor mobil dari Indonesia terus mencatatkan tren positif.
Hingga Februari 2025, lanjut dia, ekspor kendaraan tercatat sebanyak 36.789 unit, naik 10,1 persen dibanding Januari (33.423 unit), dan tumbuh 5,5 persen dibanding Februari tahun lalu (34.871 unit).
Menurutnya, kinerja ini menunjukkan bahwa pasar ekspor menjadi salah satu penopang utama bagi industri otomotif nasional di tengah pasar dalam negeri yang stagnan.
Pihaknya sendiri berharap pemerintah dan pelaku industri dapat berkoordinasi erat untuk menjaga daya saing produk otomotif nasional.
“Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati sekali di sini,” katanya.
Salah satu produsen yang tetap agresif di pasar ekspor adalah PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).
Production Director HMMI, Wiranata Suganda, menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2024 pihaknya memproduksi sekitar 84 ribu unit kendaraan.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Pecinta Otomotif, Bank Mandiri Relaunching Mandiri MyPertamina Card
Dia menuturkan, produksi ini relatif konsisten sejak pabrik Hyundai berdiri di Cikarang pada 2019 lalu.
“Untuk ekspor, kami fokus pada dua model utama, yakni Stargazer dan Creta. Mobil-mobil itu dikirim ke lebih dari 70 negara, termasuk Timur Tengah dan Meksiko,” ujar Wira.
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
| bank bjb Dukung Pertumbuhan Pedagang Lewat Program bjb Sambang Pasar |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Beri Bantuan Warga Terdampak Bencana Longsor di Desa Pasirlangu |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Perkuat Mitigasi Bencana lewat Penanaman 1.300 Pohon Saninten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/20231122_GANI_001.jpg)