Senin, 13 April 2026

Berita Viral

Viral GRIB Jaya Nyatakan "Lockdown" di Tabanan Bali, Ormas Pimpinan Hercules Gagal Ekspansi

Ormas GRIB Jaya gagal ekspansi di Tabanan, Bali, setelah menyatakan "lockdown" karena mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tangkapan layar video viral
KLARIFIKASI - Pecalang dan Aparat Desa Sanggulan serta Ketua DPC GRIB Jaya Tabanan, Bali saat membuat video klarifikasi pada Senin (13/5). 

TRIBUNJABAR.ID - Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya gagal ekspansi di Tabanan, Bali, setelah menyatakan "lockdown".

Video pernyataan organisasi besutan Hercules mengenai lockdown tersebut tersebar viral di media sosial.

Salah satu videonya dibagikan oleh akun Instagram @tabanan.viral, Senin (12/5/2025).

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang mengaku sebagai bagian dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) GRIB Jaya Tabanan, Bali, menyatakan bahwa organisasinya akan melakukan lockdown atau tidak melakukan aktivitas.

"Saya DPC Tabanan saat ini lockdown sampai kapan pun," ucap pria tersebut, yang diiringi tepuk tangan sekelompok pria lainnya.

Kemudian, salah satu perwakilan pecalang mengatakan bahwa pihaknya menolak keberadaan GRIB Jaya di Tabanan, Bali.

"Kami pecalang yang ada di Desa Sanggulan menolak dengan tegas adanya organisasi di desa kami. Kami pecalang Sanggulan sudah sanggup menjaga wilayah kami," ujar dia.

Sebagai informasi, kehadiran GRIB Jaya di Bali ini baru muncul belakangan ini, yang diiringi dengan penolakan dari berbagai kalangan.

Baca juga: Sisi Gelap GRIB dan Hercules Dibongkar Bossman, Sebut Bukan Ormas Biasa, Singgung Sosok Pelindung

Lantas, seperti apa cerita selengkapnya?

Dilansir dari TribunBali, pertemuan tersebut berawal dari adanya penolakan masyarakat terkait berdirinya markas GRIB Jaya di Desa Adat Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Perbekel Desa Banjar Anyar, Made Budiana mengaku bahwa dirinya juga mendampingi pihak desa adat saat membuat video tersebut. 

"Saya kebetulan di sana, jadi kami bersinergi dengan pihak desa adat," ujar Budiana, saat dikonfirmasi Selasa (13/5).

Budiana menuturkan, awalnya sempat ramai video ormas GRIB Jaya di Desa Sanggulan. 

Setelah ditelusuri oleh pihak desa dan kepala wilayah, diketahui bahwa markas GRIB Jaya itu berada di perumahan. 

"Sebenarnya itu lokasinya di perumahan, dan rumah itu kosong, tetapi ada yang disuruh jaga," jelas dia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved