Minggu, 3 Mei 2026

Nisya Ahmad Ajak Warga Nagreg Bergerak Bersama: Selamat Hari Pendidikan Nasional

TRIBUNJABAR.ID - Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi momen istimewa di Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Anggota DPRD

Tayang:
Istimewa
Di Tengah Tantangan Pendidikan, Nisya Ahmad Ajak Warga Nagreg Bergerak Bersama: Selamat Hari Pendidikan Nasional! 

TRIBUNJABAR.ID - Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi momen istimewa di Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Nisya Ahmad, hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, membawa semangat perubahan dan harapan baru bagi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Nisya mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional seraya mengingatkan pentingnya makna peringatan ini, bukan sekadar seremonial, tetapi refleksi akan persoalan pendidikan yang masih menganga lebar di Jawa Barat. “Hari ini, kita tidak hanya bicara soal angka partisipasi sekolah, tapi juga soal mimpi-mimpi anak-anak desa yang seringkali tertahan karena tembok kemiskinan, jarak, dan keterbatasan akses,” ucapnya dengan nada tegas.

2Di Tengah Tantangan Pendidikan, Nisya Ahmad Ajak Warga Nagreg Bergerak Bersama
Di Tengah Tantangan Pendidikan, Nisya Ahmad Ajak Warga Nagreg Bergerak Bersama: Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Nisya menyoroti beberapa fakta lapangan yang menjadi perhatian serius: masih tingginya angka anak putus sekolah di desa, ketimpangan kualitas guru dan fasilitas antara sekolah di perkotaan dan pedesaan, serta minimnya dukungan untuk pendidikan nonformal yang bisa menjadi jaring pengaman bagi anak-anak yang tercecer dari sistem formal.

“Perda Nomor 5 Tahun 2017 tidak hanya bicara soal regulasi. Ia bicara soal hak. Hak anak untuk belajar, hak guru untuk mendapatkan dukungan, hak orang tua untuk percaya bahwa sekolah adalah tempat terbaik untuk masa depan anak mereka,” jelas Nisya.

Dalam sesi dialog, beberapa warga dan guru mengungkapkan unek-unek mereka. Salah satu guru honorer menyampaikan keluhannya soal PPPK dan PIP. Seorang ibu rumah tangga juga menuturkan keluhannya terkait pembayaran PKL anaknya di SMK. 
Mendengar itu, Nisya berjanji akan membawa catatan ini sebagai bahan advokasi di tingkat DPRD. Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak berhenti di pundak pemerintah semata. “Ini tanggung jawab kolektif. Pemerintah, sekolah, keluarga, semua harus bergerak. Jangan biarkan anak-anak kita kalah sebelum bertanding hanya karena mereka lahir di desa,” katanya.

Menutup acara, Nisya mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum membangkitkan harapan. “Setiap anak punya cahaya. Tugas kita bersama memastikan cahaya itu tidak padam karena ketidakpedulian kita,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved