Selasa, 5 Mei 2026

Sejak Dioperasikan Secara Komersil, Penumpang Whoosh Telah Mencapai 9 Juta Orang

Kereta Cepat Whoosh hingga saat ini sudah melayani sebanyak 9 juta penumpang sejak dioperasikan secara komersial pada 17 Oktober 2023.

Tayang:
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh dari berbagai daerah terus mengalami peningkatan yang signifikan saat menjelang momen libur sekolah, terutama saat memasuki akhir pekan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kereta Cepat Whoosh hingga saat ini sudah melayani sebanyak 9 juta penumpang sejak dioperasikan secara komersial pada 17 Oktober 2023.

Berdasarkan data PT KCIC, jumlah total penumpang tersebut mencakup 1,2 juta penumpang pada tahun 2023, 6,1 juta penumpang pada tahun 2024, dan 1,8 juta penumpang hingga 28 April 2025.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, mengatakan, dengan capaian jumlah penumpang itu, Whoosh berhasil menjadi pilihan utama masyarakat dalam beralih dari penggunaan transportasi pribadi ke transportasi umum.

"Upaya ini berkontribusi dalam mengurangi kemacetan, dan mempercepat transisi menuju moda transportasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujar Eva dalam keterangannya, Rabu (30/4/2025).

Ia mengatakan, berdasarkan studi Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa Universitas Indonesia (Polar UI) bahwa Whoosh menghasilkan jejak karbon yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi hanya 6,9 gram CO2 per passenger kilometer.

"Itu jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi yang mencapai 12,7 gram CO2 per passenger kilometer. Whoosh berkontribusi dalam menekan carbon footprint hingga 54 persen, mendukung upaya Indonesia dalam menciptakan transportasi yang berkelanjutan," katanya.

Sementara, kepercayaan masyarakat untuk terus mengunakan Whoosh didorong oleh berbagai faktor, seperti penambahan jadwal perjalanan menjadi 62 perjalanan per hari dan peningkatan aksesibilitas.

Kemudian didukung moda integrasi antar moda di stasiun, kolaborasi dengan berbagai destinasi wisata, kehadiran kartu Frequent Whoosher Card, penerapan tarif dinamis, peningkatan jumlah perjalanan rombongan, dan peningkatan fasilitas dan kenyamanan di stasiun maupun di atas kereta.

"Banyak penumpang Whoosh yang memanfaatkan layanan ini untuk keperluan bisnis dan wisata. Hal ini membuktikan bahwa proyek strategis nasional ini membawa manfaat nyata, baik dalam memudahkan mobilitas antar wilayah maupun dalam mendorong pertumbuhan perekonomian lokal," ucap Eva.

Eva mengatakan, Whoosh tidak hanya melayani masyarakat domestik, tetapi telah melayani lebih dari 361 ribu penumpang internasional. Artinya, ini menunjukkan bahwa Whoosh telah menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

"KCIC menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, meningkatkan kenyamanan, dan mempermudah layanan kepada seluruh pelanggan," katanya.

Dengan pencapaian ini, kata dia, Whoosh semakin mengukuhkan perannya sebagai transportasi modern yang membanggakan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved