Sabtu, 18 April 2026

Nama Kantor Gubernur Jabar Diusulkan Diganti Jadi Bale Subang Larang, Budayawan Ungkap Asal-Usulnya

Usulan ini muncul setelah nama Bale Jaya Dewata dinilai kurang merepresentasikan identitas budaya lokal Cirebon.

|
Tribun Jabar/ Eki Yulianto
BERUBAH NAMA - Plang Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Perubahan nama gedung yang sebelumnya bernama Gedung Negara diprotes budayawan setempat. 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Para budayawan dan pemerhati sejarah di Kota Cirebon mengusulkan perubahan nama kantor Gubernur Jawa Barat di wilayah Cirebon dari Bale Jaya Dewata menjadi Bale Subang Larang.

Usulan ini muncul setelah nama Bale Jaya Dewata dinilai kurang merepresentasikan identitas budaya lokal Cirebon.

Pemerhati budaya Cirebon, Jajat Sudrajat mengatakan, nama Subang Larang dipilih berdasarkan pertimbangan historis dan nasab leluhur Cirebon.

"Kita usulkan satu nama, Bale Subang Larang. Subang Larang adalah salah satu leluhur Cirebon, istri daripada Prabu Siliwangi, istri daripada Raden Jaya Dewata," ujar Jajat. 

Jajat menegaskan, usulan ini bukan untuk memutus mata rantai sejarah, melainkan untuk memperkuat kebanggaan masyarakat Cirebon terhadap identitas budayanya.

"Ini tidak memutus nasab, ini merupakan kebanggaan bagi kami orang Cirebon, penamaannya identik dengan Cirebon," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jajat juga menyinggung soal hak prerogatif gubernur dalam menentukan nama, namun meminta agar aspirasi masyarakat lokal turut diperhatikan.

"Kalau memang nanti tetap pakai nama Jaya Dewata, ya alasannya apa? Tentunya kami mengajukan nama dengan berbagai catatan dan pertimbangan."

KANTOR GUBERNUR JABAR - Gedung Negara Cirebon atau Bale Jaya Dewata di Jalan Siliwangi Kota Cirebon yang akan menjadi kantor Gubernur Jabar untuk wilayah Ciayumajakuning. Foto diambil 25 April 2025.
KANTOR GUBERNUR JABAR - Gedung Negara Cirebon atau Bale Jaya Dewata di Jalan Siliwangi Kota Cirebon yang akan menjadi kantor Gubernur Jabar untuk wilayah Ciayumajakuning. Foto diambil 25 April 2025. (eki yulianto/tribun jabar)

"Manusiawi kan kami orang Cirebon, karena kami punya marwah," jelas dia.

Sebagai tindak lanjut, para budayawan dan pemerhati sejarah berencana mengirim surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan kepala daerah di wilayah Cirebon.

"Insyaallah ini hari Minggu, mudah-mudahan besok Senin atau Selasa kita sudah berkirim surat hasil daripada kemufakatan kami sebagai keturunan pewaris secara nasab wong Cirebon," katanya.

Sementara itu, Sejarawan Cirebon, Farihin menjelaskan, sosok Subang Larang merupakan figur penting dalam sejarah Cirebon.

Ia adalah putri dari Ki Gedeng Tapa Jumajan Jati, seorang Mangkubumi sekaligus syahbandar di pelabuhan Muara Jati.

"Ya, Nyi Subang Larang sendiri itu merupakan putri dari Ki Gedeng Tapa Jumajan Jati, yang pada waktu itu pernah berkuasa sebagai Mangkubumi sekaligus syahbandar di pelabuhan Muara Jati," ujar Farihin saat kembali dikonfirmasi, Selasa (29/4/2025). 

Subang Larang, kata Farihin, pernah menjadi murid Syekh Hasanuddin dari Campa atau yang dikenal dengan sebutan Syekh Puro, saat ulama tersebut tiba di Muara Jati sekitar tahun 1416.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved