Murid dan Guru yang Berangkat Sekolah Sebrangi Sungai Dapat Kabar Gembira dari Pemerintah Sukabumi
Siswa dan guru sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibadak, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi harus bertaruh nyawa menyeberangi Sungai.
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Siswa dan guru sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibadak, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi harus bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Cikaso untuk sampai ke sekolah.
Camat Jampang Tengah, Chaerul Ichwan mengatakan, sebelumnya terdapat satu jembatan permanen yang menyambungkan warga Lengkong dan Jampangtengah, namun pada 2024 hanyut terseret banjir.
Kemudian masyarakat dibantu oleh NGO membangun dua titik lokasi jembatan yang ada di Desa Bantar Panjang Kecamatan Jampang Tengah.
"Kemarin di bulan Maret 2025 itu ada lagi kejadian hujan deras dan mengakibatkan air sungai meluap, jadi jembatan darurat itu baik yang dibangun swadaya pemerintah setempat dan juga masyarakat akhirnya hanyut lagi," ungkapnya saat dihubungi awak media, Selasa, (29/04/2025).
Pascakejadian kedua, pihaknya mengklaim setelah kejadian di bulan Maret itu berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman untuk segera mendapatkan penanganan.
"Kemarin informasi dari pak pimpinan Kadis Perkim, insya Allah untuk jembatan penghubung antara Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah dan Desa Neglasari Kecamatan Lengkong itu akan menjadi prioritas kembali di 2025," ungkap Ichwan.
Saat ini menurut yang diketahuinya, saat ini masih dalam tahap penganggaran untuk dilakukan lelang dengan pihak ketiga.
"Jadi harus melalui lelang barang dan jasa kepada pihak ketiga, disini jawaban dari Dinas Perkim insya Allah mudah mudahan secepatnya dapat terealisasi setelah semua prosedur pengadaan barang dan jasa nanti muncul," ucapnya.
"Mudah-mudahan jembatan ini dapat segera terealisasi dalam waktu dekat," tuturnya.
Terkait dengan warga yang terpaksa menyeberangi Sungai sebenarnya kata Ichwan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan terkait kondisi yang terjadi.
Termasuk membahas keselamatan dan teknis kegiatan pembelajaran antara siswa dengan gurunya.
"Jadi proses belajar mengajar itu tidak terhambat kita sudah melakukan imbauan jika membahayakan bisa melalui tugas rumah (PR) diberikan tugas melalui gurunya," ucapnya.
Ichwan menyebutkan, sebenarnya terdapat jalan alternatif, tapi posisinya memutar dan membutuhkan yang lama.
"Kalaupun siswa ataupun guru misal ingin belajar langsung di sekolah selama debit air di rasa cukup aman tidak membahayakan," imbuhnya.
| Kisah Erlina di Sukabumi: Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi Lewat Bantuan Gerobak UMKM Lapas |
|
|---|
| Ratusan Warga Desa di Sukabumi Tuntut Kades Mundur Gegara Jalan Butut: 4 Tahun Janji Tak Direalisasi |
|
|---|
| Pejabat Nyaris Tertipu, WhatsApp Tokoh Agama Sukabumi Diretas untuk Modus Pinjaman |
|
|---|
| Sinergi Laskar PLTU Pelabuhan Ratu Padamkan Potensi Longsor dengan 550 Bibit Pohon |
|
|---|
| Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sindikat 59 Beri Penyuluhan Bahaya & Akibat Tawuran di Sukabumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sebrangi-sungai-1111111111.jpg)