Selasa, 19 Mei 2026

Viral Pebulutangkis Muda Remas Shuttlecock saat Tanding, Taufik Hidayat Beri Penjelasan

Dalam pertandingan terlihat pemain Sirnas B Kepulauan Riau-Batam dari PB Exist meremas kok hingga meraih kemenangan.

Tayang:
Editor: Ravianto
alfarizy/tribunnews
REMAS SHUTTLECOCK - Wakil Ketua Umum I (Waketum I) PP PBSI, Taufik Hidayat, di Pelatnas PBSI, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2024). Taufik Hidayat turut memberikan komentarnya terkait video viral pebulutangkis muda yang meremas kok, Selasa 22 April 2025. (Tribunnews/Alfarizy AF) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat turut memberikan komentarnya terkait video viral pebulutangkis muda yang meremas kok.

Kejadian tersebut terjadi dalam ajang Sirnas B Kepulauan Riau-Batam.

Dalam pertandingan terlihat pemain Sirnas B Kepulauan Riau-Batam dari PB Exist meremas kok hingga lajunya tak beraturan.

Laju kok juga menjadi sangat cepat sehingga lawannya gagal mengantisipasi servis dengan baik.

Taufik Hidayat mengatakan bahwa tindakan tersebut secara aturan hukum tidak ada dasarnya.

Akan tetapi, hal itu justru merusak tatanan sportivitas di dalam pertandingan.

“Sebenarnya itu aturannya masih tabu dan kalau secara hukum tidak ada. Cuma tidak sportif saja,” kata Taufik Hidayat di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

“Balik lagi ke tidak sportif karena aturannya ada atau enggak? Boleh merusak kok atau tidak? Itu kan aturannya nanti di Perwasitan internasional. Itu ada etikanya, tapi saya rasa itu tidak sportif,” terangnya,

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I PP PBSI tersebut mengatakan bahwa kejadian tersebut memang kerap terjadi.

Namun balik lagi sejauh ini tidak ada sanksinya karena tidak ada dasar aturan yang melandasinya.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pebulutangkis muda tersebut hanyalah teguran dan sanksi sosial karena videonya viral.

“Pernah kejadian. Wasit juga tidak bisa apa-apa, tidak menegur berarti belum ada aturan.  Balik lagi ke jiwa atletnya tidak sportif, tapi semua orang bisa melakukan hal itu selama payung hukumnya tidak ada,” terang Taufik.

“Sanksi ya tidak bisa kalau tidak ada hukumnya. Gimana sanksinya? Ya kan ada media menjawabnya. Sanksi sosial saja. Kita akan menegur, lain kali jangan begitu kan tidak bagus, olahraga ini sportif,” pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved