Jumat, 24 April 2026

Berita Viral

Sosok Kompol Syafnil Kapolsek Bukit Raya Dicopot Imbas Bela 4 Anggotanya Biarkan Pengeroyokan Wanita

Inilah sosok Kompol Syafnil, Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru yang dicopot imbas sikapnya sempat bela 4 anggotanya diduga biarkan pengeroyokan wanita

Editor: Hilda Rubiah
Kolase Dok Polsek Bukit Raya
KAPOLSEK DICOPOT - Foto dokumentasi Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru, Kompol Syafnil (kanan) dan wanita diduga korban pengeroyokan (kiri). - Sosoknya tengah jadi sorotan, nasibnya dicopot gara-gara membela empat anggotanya hanya bisa menonton pengeroyokan wanita. 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah sosok Kompol Syafnil, Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru yang dicopot dari jabatannya imbas sikapnya.

Ia mendadak disorot karena sikapnya sempat membela empat anggotanya yang membiarkan pengeroyokan terhadap wanita. 

Diketahui insiden pengeroyokan wanita sempat viral terjadi di depan kantor Polsek Bukit Raya.

Namun, keempat anggota polisi tak mampu melerai pengeroyokan tersebut.

Alih-alih memberikan klarifaksi atas insiden tersebut, Kompol Syafnil membela dengan alasan keempat anggotanya sudah tua dan sakit-sakitnya.

Baca juga: Sosok Aiptu LC Polisi Perkosa Tahanan Wanita di Pacitan 3 Hari Berturut, Punya Jabatan Tinggi



Dengan alasan tersebut pengeroyokan di depan kantornya tak terhindarkan, sementara keempat polisi diduga hanya bisa menonton tanpa melakukan apa pun.

Peristiwa ini terjadi di depan Mapolsek Bukit Raya, Jalan Unggas, Pekanbaru, Sabtu (19/4/2025) tengah malam, sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban diketahui merupakan seorang wanita bernama Ramadhani Putri (31).

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa pengeroyokan itu berawal saat korban dikeroyok oleh kelompok debt collector bernama Fighter.

Korban dan kelompok debt collector itu disebut berselisih dengan korban karena memperebutkan target penarikan mobil yang sama.

Kapolsek Bukitraya, Kompol Syafnil, membenarkan bahwa para pelaku dan korban berasal dari kelompok debt collector yang berbeda.

"Pelaku dan korban sama-sama debt collector dengan kubu yang berbeda," kata Syafnil.

Syafnil menuturkan, korban dan pelaku sempat bertemu di sebuah hotel untuk bernegosiasi mengenai penarikan mobil tersebut.

Namun upaya damai yang dimediasi oleh anggota polisi tak membuahkan hasil. 

Pelaku kemudian menghubungi korban dan seorang saksi untuk bertemu di kawasan Jalan Parit Indah.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved