Nilai Ekspor Produk Bandung Masih Tinggi, Tapi Pelaku Usaha Saat Ini Mengalami Kendala
Nilai ekspor produk asli Kota Bandung ke berbagai negara hingga saat ini dinilai masih tinggi. Tujuannya ke Uni Emirat Arab, Yordania, Jepang, Jerman
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nilai ekspor produk asli Kota Bandung ke berbagai negara hingga saat ini dinilai masih tinggi. Padahal kondisi perekonomian nasional sedang menghadapi tantangan yang berat.
"Ekspor ke Jepang bahkan lebih tinggi jika dibandingkan Amerika, yakni mencapai USD 8,4 juta. Sementara ke Amerika sekitar USD 7,7 juta," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, Senin (21/4/2025).
Hingga Maret 2025, kata dia, realisasi nilai ekspor Kota Bandung telah mencapai USD 92 juta. Negara tujuan utama adalah Uni Emirat Arab, Yordania, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat.
Produk ekspor andalan dari Bandung meliputi perhiasan logam dari kawasan Ahmad Yani, pakaian jadi dari Cipta Griya, serta tekstil dan teh dari PT Perkebunan.
Baca juga: Pengamat: Efek Trump Harus Dijawab Cerdas, Reposisi Ekspor untuk Kemandirian Ekonomi
"Target ekspor Kota Bandung tahun ini mencapai USD 326 juta, naik sekitar USD 1 juta dibanding tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sekitar 0,3 persen," katanya.
Hanya saja, kata Ronny, sejumlah pelaku usaha di Kota Bandung menghadapi kendala saat melakukan ekspor. Satu di antaranya adalah kenaikan harga bahan baku akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Hal ini tentunya menjadi tantangan karena nilai transaksi ekspor biasanya telah ditentukan lebih dulu, sehingga margin keuntungan tertekan," ucap Ronny.
Baca juga: Ekspor Rotan Cirebon Goyang Gegara Kebijakan Trump, HIMKI: Ada yang Sampai Tunda Pengiriman
Disdagin Kota Bandung juga berperan sebagai instansi penerbit surat keterangan asal (SKA) barang ekspor, yang saat ini tak hanya melayani pelaku usaha dari Kota Bandung, tetapi juga dari wilayah Bandung Raya. (*)
| Politeknik STIA LAN Bandung Perkuat Sistem Organisasi untuk Mendukung Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Bandung Siaga Kurban 2026: Pengawasan Ketat Hewan dan Lokasi Penjualan, Libatkan Unpad dan Tel-U |
|
|---|
| Tren Motor Listrik Bandung Raya Meningkat: Hemat Biaya Operasional Hingga 90 Persen |
|
|---|
| Bersinergi dengan KDM, Farhan Perluas Sasapu Bandung ke 181 Titik: Camat dan Lurah Turun Subuh |
|
|---|
| Razia Parkir Liar Gencar di Kawasan Wisata dan Pusat Kota Bandung, Puluhan Kendaraan Ditindak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pelepasan-ekspor-kopi-Wanoja-ke-Arab-Saudi-Kamis-2222024.jpg)