Selasa, 28 April 2026

Gairah Pertanian Padi di Tangan Kasad, Petani Sukabumi: Air Lebih Mudah

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, seakan menaruh perhatian penuh ke Kabupaten Sukabumi.

tribunjabar.id / M Rizal Jalaludin
PENGAIRAN - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan pengairan pertanian di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jenderal Maruli mampu meningkatkan pertanian padi di Sukabumi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan wilayah yang didominasi oleh lahan pertanian, khususnya padi.

Namun, petani banyak yang mengandalkan hujan alias sawah tadah untuk mengairi pesawahan mereka. Sehingga hal itu membuat mereka tidak peoduktif dalam proses penanaman padi, yang membuat petani hanya bisa panen sekali dalam setahun.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, seakan menaruh perhatian penuh ke Kabupaten Sukabumi.

Ia sudah dua kali datang ke Kabupaten Sukabumi memastikan pengairan pertanian berjalan normal.

Hari ini, Jenderal Maruli Simanjuntak datang ke Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, meresmikan pengairan pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional.

Bak penampungan berukuran besar dibangun TNI AD untuk menampung air yang selanjutkan dialirkan ke sawah garapan para petani.

"Di Kabupaten Sukabumi sendiri tadi ada 2 ribu hektare lebih, tadi ada data-datanya yang rekan-rekan sendiri lihat. Dan hari ini kita bahagia karena Wamentan meluangkan waktunya untuk hadir bersama kita, mudah-mudahan nanti untuk program pengairan persawahan ini akan terus kita tingkatkan," ujar Maruli.

Maruli menjelaskan, ia melihat kondisi Sukabumi yang susah air, sehingga perhatiannya tertuju ke Kabupaten Sukabumi. Terlebih dulu saat ia menjabat Pangkostrad sering melakukan latihan di wilayah Sukabumi dan banyak mendengar keluhan masyarakat, khususnya pengairan pesawahan.

"Yang paling susah Sukabumi, karena ini kan sawahnya besa, tadi disampaikan sawahnya besar, terus kebetulan dulu kami Kostrad sering latihan di sini ya, kita sering mendengar masyarakat tidak bisa panen, panen hanya satu kali satu tahun, itu kita coba cari solusi ngobrol sana sini," kata Maruli.

"Sebenarnya kan ide-ide ini juga kita menampung dari masyarakat, pak sebenarnya di sana ada sungai bisa dialiri dan segala macam. Selama ini petani ini kan kekurangan biaya, kami coba usaha sendiri dulu, kita persentasikan ke pertanian, bahkan ke PU, sekarang sudah kemungkinan akan cepat didukung," ucap Maruli.

Maruli memastikan, Presiden Prabowo pun mendukung penuh program pengairan tersebut. Menurutnya, pengairan ini menjadi skala prioritas.

"Karena dari Presiden pun sudah ada petunjuk bahwa pengairan ini jadi skala prioritas, sudah disiapkan dana, mungkij nanti dijelaskan oleh Wamen yang segera akan direalisasikan untuk pengairan di sawah, ini di seluruh Indonesia," ujar dia.

Respons Petani

Salah seorang petani di Desa Ciwaru, Marhani (55), mengatakan, sebelum ada bak penampungan untuk pengairan sawah yang dibangun TNI AD, petani mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah. 

Dengan adanya pengairan ini pun membuat petani bergairah, karena bisa memanen padi dua kali dalam setahun, sedangkan sebelumnya hanya satu kali dalam setahun.

"Iya dulu susah air, sekarang mah sudah ada airnya, lebih cepet panen, biasanya cuman sekali setahun, sekarang air mudah bisa dua kali, alhamdulillah bersyukur karena dulu mengandalkan hujan," kata Marhani.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved