Kamis, 9 April 2026

Ini Penjelasan BMKG Soal Gempa Bumi yang Mengguncang Bogor, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono mengatakan, gempa Bogor merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

|
BMKG
GEMPA BUMI - Peta gempa bumi yang terjadi di area kaki Gunung Salak, perbatasan antara Sukabumi-Bogor, Kamis (10/04/2025) malam. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gempa bumi berdurasi sekitar dua detik berkekuatan magnitudo 4,1 yang mengguncang wilayah Bogor diduga berasal dari Sesar Citarik.

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono mengatakan, gempa Bogor merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Bukti bahwa gempa Bogor adalah gempa tektonik, kata dia, tampak pada bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (Shear) yang kuat dengan komponen frekuensi tinggi. 

Baca juga: 7 Sesar Aktif di Jawa Barat Termasuk Citarik yang Guncang Bogor, Berpotensi Timbulkan Gempa

"Hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG menunjukkan bahwa Gempa Bogor memiliki mekanisme geser (strike-slip)," ujar Daryono, Jumat (11/4/2025).

Episenter gempa Bogor, kata dia, terletak pada jalur Sesar Sesar Citarik yang memiliki mekanisme geser sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG.

Gempa bumi ini, dirasakan di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor dan Depok dengan Skala Intensitas III-IV MMI dan menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menambahkan, gempa bogor disertai munculnya suara gemuruh dan dentuman merupakan hal wajar.

Suara tersebut, kata dia, muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal.

"Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh yang dapat didengar orang jika mereka berada di dekatnya. Suara ini disebabkan oleh getaran frekuensi tinggi dari gempa bumi," ujar Teguh.

Baca juga: Mengenal Sesar Citarik Penyebab Gempa di Bogor Tadi Malam, Memanjang dari Sukabumi hingga Bekasi

Hingga Jumat 11 April 2025 pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Bogor telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 4 kali:
- Pukul 23.12 WIB (Magnitudo 1,9)
- Pukul 23.14 WIB (Magnitudo 1,7)
- Pukul 1.04 WIB (Magnitudo 1,6)
- Pukul 1.38 WIB (Magnitudo 1,7)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved