Rabu, 13 Mei 2026

Ketika KDM Dicari Prabowo: Kang Dedi Lulusan Mana? Oh Purwakarta, Orang Kampung Semua Ini yang Kerja

Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas memanggil Politikus Gerindra, Dedi Mulyadi yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat berasal dari kampung.

Tayang:
Editor: Ravianto
Dok. Biro Adpim Pemprov Jabar
GUBERNUR DARI KAMPUNG - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, saat rakor penanganan banjir di wilayah Jabar bersama Menteri ATR/BPN dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin (17/3/2025). Dedi Mulyadi Dicari Prabowo saat video conference bersama para menteri, kepala daerah dan TNI-Polri membahas pangan pada Senin (7/3/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menyinggung orang-orang yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi justru mengalami kegagalan ketika berkarir di Indonesia.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu menyinggung hal itu saat sedang membahas pentingnya ketahanan pangan yang menjadi salah satu programnya.

Bagi Presiden, keberhasilan program itu bisa dilihat dari kestabilan harga pangan saat Ramadan dan lebaran. 

Dalam 6 bulan ini, Presiden Prabowo menyebutkan pihaknya berupaya untuk memberikan kebijakan yang masuk akal.

Dia pun menyinggung orang yang berintelektual menjanjikan kebijakan yang berbelit-belit.

"Sekarang masuk bulan ke 6 tapi dengan niat yang baik dengan kebijakan yang masuk akal bukan kebijakan orang terlalu pintar, kadang-kadang orang terlalu pintar malah gak jadi apa-apa," ujar Presiden Prabowo saat video conference bersama para menteri, kepala daerah dan TNI-Polri membahas pangan pada Senin (7/3/2025).

Baca juga: Bupati Lucky Hakim Dibayangi Interpelasi DPRD Indramayu setelah Plesiran Tanpa Pamit

Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas memanggil Politikus Gerindra, Dedi Mulyadi atau KDM alias Kang Dedi Mulyadi yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat berasal dari kampung.

Dia lalu menyinggung tak ada lulusan Amerika Serikat (AS).

"Ini Kang Dedi lulusan mana? Bukan dari Amrik? oh Purwakarta. Ini orang kampung semua yang kerja. Zulhas (orang) Lampung," ucapnya.

Namun begitu, Presiden Prabowo tidak menampik pihaknya tetap memerlukan banyak orang-orang pintar di Indonesia.

Akan tetapi, orang pintar yang memiliki akal sehat dan cinta kepada masyarakat.

"Kita butuh orang-orang pinter banyak yang paling penting adalah mereka yang punya akal sehat dan orang yang benar-benar cinta kepada rakyat kita," pungkasnya.(*)

Igman Ibrahim/Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved