Jumat, 10 April 2026

Whoosh Dipadati 21 Ribu Penumpang Per Hari Saat Libur Lebaran, 75 Persen Turun di Padalarang

Puluhan ribu penumpang terus memadati Kereta Cepat Whoosh selama momen libur lebaran dan jumlah penumpangnya diprediksi bakal terus meningkat.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Dok KCIC
PENUMPANG NAIK WHOOSH - Sejumlah penumpang saat naik Whoosh ketika momen libur lebaran, Kamis (3/4/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan ribu penumpang terus memadati Kereta Cepat Whoosh selama momen libur lebaran dan jumlah penumpangnya diprediksi bakal terus mengalami peningkatan hingga akhir pekan nanti.

Berdasarkan data PT KCIC, hingga 2 April 2025, total penumpang di masa libur lebaran mencapai 240 ribu dengan jumlah tertinggi dalam satu hari mencapai 21 ribu penumpang per hari.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, pada 2 April 2025 sebanyak 11 ribu penumpang berangkat dari Stasiun Halim dan 10 ribu dari Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar.

"Sebanyak 75 persen penumpang dari Halim turun di Stasiun Padalarang, kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Bandung menggunakan KA Feeder, kendaraan pribadi, atau berbagai pilihan intermoda yang tersedia," ujar Eva dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Menurut Eva, tren ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk berwisata ke Kota Bandung dan sekitarnya dalam mengisi libur Lebaran tahun 2025 ini.

Untuk keberangkatan 3 April 2025, kata Eva, tiket yang terjual mencapai 15 ribu tiket dan jumlah penumpang diproyeksikan akan kembali menyentuh angka 21 ribu atau lebih karena penjualan masih berlangsung secara online dan offline hingga keberangkatan terakhir pukul 21.25 WIB.

"KCIC memperkirakan lonjakan penumpang akan terus terjadi hingga akhir pekan, dengan potensi puncak volume penumpang mencapai 24 ribu per hari menjelang berakhirnya cuti bersama," katanya.

Sementara untuk kenyamanan para pelanggan, KCIC memberikan fleksibilitas dalam perubahan jadwal dan pembatalan tiket di masa libur lebaran secara online. Fitur pembatalan dan perubahan online tersebut khusus untuk transaksi menggunakan Aplikasi Whoosh dan website ticket.kcic.co.id.

Eva mengatakan, pembatalan tiket dapat dilakukan secara online maupun offline maksimal 2 jam sebelum keberangkatan, dengan pengembalian dana dalam maksimal 1x24 jam sebesar 75 persen dari bea tiket.

"Sedangkan perubahan jadwal secara online bisa dilakukan hingga 5 menit sebelum keberangkatan, sedangkan secara offline dapat dilakukan hingga 15 menit setelah keberangkatan di loket stasiun," ucap Eva.

Perubahan jadwal yang pertama kali dilakukan, kata dia, tidak dikenakan biaya, dengan syarat tarif jadwal baru sama atau lebih rendah dari tiket sebelumnya. Adapun untuk perubahan jadwal ke dua dan seterusnya akan dilakukan pengembalian dana maksimal 1x24 jam sebesar 75 persen dari bea tiket awal.

Eva mengatakan, inovasi pembatalan dan perubahan jadwal secara online ini dihadirkan KCIC untuk memberikan kemudahan kepada seluruh dalam mengatur perjalanan mereka di masa libur lebaran kali ini.

"Kami mengimbau seluruh penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memilih jadwal yang sesuai, dan tiba di stasiun lebih awal. Dengan layanan yang cepat, modern, dan terintegrasi, kami berharap seluruh pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Lebaran ini," katanya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved