Wisata Alam Mempesona hingga Nuansa Mistis, Curug Cigentis Karawang Jadi Magnet Libur Lebaran
Di balik ramainya kunjungan wisata, Curug Cigentis juga dikenal memiliki nuansa mistis yang kuat.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Curug Cigentis di Karawang mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran 2026, dengan total sekitar 8.000 orang dalam 16 hari.
- Mayoritas wisatawan berasal dari Karawang, Bekasi, dan Purwakarta, dengan rata-rata kunjungan lebih dari 100 orang per hari.
- Daya tarik utama adalah keindahan alam berupa air terjun dan suasana pegunungan, ditambah akses yang relatif dekat dari kawasan industri.
- Kawasan ini juga dikenal memiliki cerita mistis, terkait sosok Nyai Gentis Sari sebagai penunggu
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG – Destinasi wisata alam Curug Cigentis di Kabupaten Karawang tak hanya dipadati wisatawan lokal selama libur Lebaran 2026, tetapi juga menyimpan daya tarik lain berupa cerita mistis yang masih dipercaya hingga kini.
Dalam 16 hari masa libur, jumlah kunjungan ke curug yang berada di wilayah selatan Karawang ini mencapai sekitar 8.000 orang. Mayoritas pengunjung berasal dari Karawang, Bekasi, hingga Purwakarta.
Pengelola dari Perhutani Alam Wisata (Palawi), Marhum (55), mengatakan lonjakan pengunjung terjadi signifikan dibanding hari biasa.
“Sekarang rata-rata bisa lebih dari 100 orang per hari. Biasanya hanya 10 sampai 20 orang,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Tumpukan Sampah Tutupi Akses di Kawasan Wisata Pangalengan Disorot, DLH Beri Klarifikasi
Selain karena akses yang relatif dekat dari kawasan industri, keindahan alam berupa air terjun dan suasana pegunungan menjadi alasan utama wisatawan datang.
Namun, di balik ramainya kunjungan wisata, Curug Cigentis juga dikenal memiliki nuansa mistis yang kuat.
Nama Cigentis sendiri diyakini berasal dari sosok Nyai Gentis Sari yang dipercaya sebagai penunggu kawasan tersebut.
“Masih ada yang percaya, bahkan ada yang datang bukan sekadar wisata, tapi karena merasa ada panggilan,” kata Marhum.
Ia menyebut, beberapa pengunjung datang untuk melakukan aktivitas spiritual seperti tawasulan, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti malam Kliwon atau bulan Mulud.
Cerita lama tentang penampakan makhluk gaib, seperti sosok peri bersayap yang disebut mirip bidadari, juga masih beredar di masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, sebelum berkembang menjadi objek wisata sekitar tahun 1997, kawasan ini disebut-sebut kerap digunakan untuk aktivitas ritual.
“Dulu sebelum jadi wisata, ini tempat ritual. Pernah juga ada yang kesurupan,” ujarnya.
Baca juga: Viral Tumpukan Sampah di Jalur Wisata Pangalengan Bandung, Camat Ungkap Taktik Nakal Oknum demi Cuan
Kini, perpaduan antara keindahan alam, kedekatan akses bagi wisatawan lokal, serta cerita mistis yang menyertainya menjadikan Curug Cigentis sebagai destinasi yang memiliki daya tarik unik.
Dengan tiket masuk Rp25 ribu, pengunjung dapat menikmati fasilitas dasar seperti area air terjun, jembatan, dan MCK. Kawasan ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Fenomena ramainya kunjungan sekaligus kuatnya cerita mistis menjadikan Curug Cigentis bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga ruang yang menyimpan jejak budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.
| Kabupaten Bandung Diserbu Wisatawan selama Libur Lebaran, Akses Jalan dan Internet Masih Jadi PR |
|
|---|
| Bandung Siaga 'Lautan Wisatawan' Pekan Ini! Walkot Muhammad Farhan: Parkir Liar Kita Sikat Terus |
|
|---|
| Long Weekend, Pemkot Bandung Siagakan Petugas seperti saat Libur Lebaran, Hadapi 2 Masalah Pelik |
|
|---|
| Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bandung Naik Saat Libur Lebaran 2026, Dua Lokasi Jadi Primadona |
|
|---|
| Target Zero Accident Tercapai, Disparbud Pangandaran Evaluasi Wisatawan Nekat di Zona Terlarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Destinasi-wisata-alam-Curug-Cigentis-Karawang.jpg)