Pasar Kosambi jadi Favorit Warga Bandung Berburu Kue Kering Lebaran, Pedagang Berinovasi dengan Rasa

Berbagai jenis kue kering yang menjadi favorit saat Lebaran, seperti nastar, kastengel, putri salju, dan sagu keju, kembali menjadi primadona

Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto
nappisah/tribunjabar
PEDAGANG KUE - Pedagang kue kering di Pasar Kosambi, Minggu (30/3/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang Lebaran, suasana di kota Bandung semakin semarak dengan bermunculannya kios-kios penjual kue kering dan snack khas Lebaran.

Tak hanya menjadi camilan di meja tamu, kue kering dan snack kini menjadi bagian dari tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. 

Di kota Kembang, salah satu tempat yang menjadi incaran adalah Pasar Kosambi.  

Berbagai jenis kue kering yang menjadi favorit saat Lebaran, seperti nastar, kastengel, putri salju, dan sagu keju, kembali menjadi primadona di Bandung. 

Tak hanya yang klasik, para pembuat kue kering lokal juga semakin kreatif dengan menghadirkan variasi rasa baru yang tak kalah menggoda, mulai dari nastar dengan isian cokelat, kue lapis legit dengan kombinasi rempah lokal, hingga kastengel dengan tambahan bahan premium.

"Kalau kue kering dan snack pasti diburu. Kami juga terus berinovasi dengan rasa dan bentuk baru agar tetap menarik bagi pembeli," kata Siti, seorang pengusaha kue kering dan snack, Minggu (30/3/2025). 

Di Bandung, Siti sudah berbisnis kue kering dan snack sejak 2015. Menurutnya, permintaan kue kering di Bandung mulai meningkat sejak dua minggu menjelang Lebaran dan puncaknya terjadi pada minggu terakhir sebelum Hari Raya.

Bukan hanya di toko-toko, para pembeli kini juga banyak yang beralih ke platform online untuk membeli kue kering, mengingat kemudahan yang ditawarkan.

 "Mungkin pelanggan merasa lebih praktis membeli secara online, terutama saat mereka sibuk mempersiapkan segala kebutuhan menjelang Lebaran," tambah Siti.

Selain kue kering, snack tradisional seperti keripik singkong, kacang bawang, hingga onde-onde juga tidak kalah diburu di Bandung. 

Harga yang ditawarkan pun beragam sesuai jenis dan berat makanan.

Tidak merogoh kocek terlalu dalam, snack yang dijual Siti dibanderol mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 100 ribu. Adapun kue kering mulai dari Rp25 ribu. 

Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memproduksi snack dalam jumlah besar, mengingat tingginya permintaan saat Lebaran. 

Variasi rasa yang beragam, dari pedas manis hingga gurih, membuat snack-snack ini semakin digemari oleh masyarakat Bandung.

"Konsumsi snack saat Lebaran sudah menjadi kebiasaan, dan permintaannya bisa naik 70 persen dibanding hari biasanya," ungkap Aji, salah satu penjual keripik singkong. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved