Senin, 27 April 2026

Gass Mudik 2025

Arus Lalu Lintas di Jalur Gentong Tasikmalaya Sempat Mengular Imbas One Way di Garut

Arus lalu lintas di kawasan Gentong sempat mengular. Hal itu imbas pemberlakuan one way yang dilakukan di wilayah hukum Polres Garut.

Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Giri

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Arus lalu lintas di kawasan Gentong sempat mengular. Hal itu imbas pemberlakuan one way yang dilakukan di wilayah hukum Polres Garut.

Pantauan Tribun di lapangan pada Jumat (28/3/2025) sejak pukul 11.30 WIB, kendaraan yang mengarah dari Tasikmalaya menuju Garut sempat terjebak kemacetan.

Antrean kendaraan pun sudah terlihat dari SPBU Gentong hingga Pospol Letter U Gentong. Petugas Satlantas Polres Tasikmalaya melakukan pengaturan lalu lintas.

Namun, antrean tidak berlangsung, lama hanya sekitar 30 menit.

Baca juga: Arus Mudik H-3 Lebaran, Siang Ini Jalur Arteri Sumedang Landai, Cipacing-Parakanmuncang Juga Lancar

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, menjelaskan, pihaknya bersama petugas Satlantas langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas terhadap kendaraan yang mengantre di Pospol Letter U Gentong.

"Lalu lintas di wilayah hukum Tasik kota ramai lancar, namun demikian pastinya arus lalu lintas di jalur selatan ini sangat bergantung dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh wilayah yang berbatasan dengan Tasikmalaya kota," ucap Faruk seusai melakukan pengaturan.

Meski sempat terdapat antrean, Faruk mengungkapkan tidak berlangsung lama.

"Tapi kalau di jalur selatan kita tahu bersama ramai lancar. Untuk jumlah kendaraan yang masuk nanti kita akan melaksanakan koordinasi dengan dishub memang rekap terjadi di sore hari," ucapnya.

Soal banyak pengendara motor yang tak menggunakan kelengkapan berkendara, ia menegaskan tetap melakukan imbauan dan penegakan jika ditemukan di jalan.

Baca juga: Gubernur Dedi Mulyadi Setop Angkot di Cisarua Bogor Beroperasi Selama Mudik, Sopir Dapat Insentif

"Ops Ketupat Lodaya ini berubah menjadi operasi kemanusiaan, jadi kami mengedepankan imbauan sosialisasi dan teguran untuk penegakan hukum sebisa mungkin," ucapnya.

Pihaknya pun tetap melaksanakan edukasi teguran kepada masyarakat yang melanggar dan memberikan pemahaman kepada mereka. 

"Bahwa ketika mereka melakukan pelanggaran bukan nyawa mereka saja yang terancam tetapi nyawa keselamatan pengguna jalan yang lain," ucap dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved