Senin, 13 April 2026

Pangandaran Surplus 101 Ribu Ton Beras, Setengah Hasil Panen Dijual ke Luar Kabupaten

produksi beras di Kabupaten Pangandaran cukup lumayan banyak yaitu mencapai 210.540,34 ton.

Penulis: Padna | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Gani Kurniawan/Arsip
Buruh tani menyiapkan bibit atau benih padi yang akan ditanam di area persawahan Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (24/2/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan menyebut, tahun 2024 lalu Kabupaten Pangandaran mengalami surplus beras sebanyak 101.946,6 ton.

Sedangkan produksi beras di Kabupaten Pangandaran cukup lumayan banyak yaitu mencapai 210.540,34 ton.

"Sementara tingkat konsumsi beras warga di Pangandaran itu hanya sebanyak 108.593 ,74 ton. Artinya, surplusnya 101.946,6 ton," ujar Yadi melalui WhatsApp, Rabu (26/3/2025) siang.

Jika total produksinya 210.540,34 ton, itu berarti hanya setengahnya yang dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

"Ya alhamdulilah, berarti bisa menjual keluar. Kita ini memang surplus soal padi atau beras ini," katanya.

Dengan surplus yang begitu besar, tentu bisa juga menjadi cadangan pangan di Badan Urusan Logistik (BULOG).

Sementara ini untuk harga gabah kering pungut mencapai Rp 6.500 per kilogram. Dan hal itu sesuai dengan harga pembelian padi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

"Ya, saya kira dengan harga segitu masih cukup tinggi. Harga padi atau gabah tidak terlalu anjlok parah," ucap Yadi.

Kemudian mengenai gabah pungut juga sudah disampaikan ke para petani melalui kelompok Gapoktan. "Ya, agar tidak terjadi kesalahpahaman soal harga," ujarnya. *

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved