Rabu, 3 Juni 2026

Siswa SD di Indramayu Dibully Guru gara-gara Belum Bayar Buku LKS Rp 120 Ribu

Akibat tindakan bully itu, sang siswi mengalami mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ravianto
Istimewa
KONFIRMASI - Disdikbud Indramayu mendatangi sekolah tempat IA diduga dibully oknum guru, Kais (20/3/2025) Kedatangan Disdikbud untuk melakukan konfirmasi. Gara-gara belum bayar buku LKS senilai Rp 120.000, siswi kelas 3 berinisial IA dibully oleh guru berinisial PA. 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Gara-gara belum bayar buku LKS senilai Rp 120.000, siswi kelas 3 berinisial IA dibully oleh guru berinisial PA.

Kasus ini terjadi di SD Negeri di Kecamatan Indramayu, Indramayu, Jawa Barat.

Akibat tindakan bully itu, sang siswi mengalami mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah.

Kejadian ini menjadi viral setelah orang tua korban melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu.

Permintaan Maaf dari Pihak Sekolah

Pihak sekolah meminta maaf atas kejadian oknum guru berinisial PA yang dinilai bertindak keterlaluan terhadap siswi gegara tunggakan membayar buku LKS senilai Rp 120 ribu.

Baca juga: Disdik Kabupaten Sukabumi Turuti Dedi Mulyadi Larang Study Tour, Sekolah Jual LKS: Ada Sanksi

IA siswi kelas 3 itu diketahui saat ini mengalami trauma dan enggan sekolah karena kerap dimarahi di depan umum.

Oknum guru yang diduga merundung IA tersebut diketahui berinisial PA yang sekaligus merupakan wali kelas korban.

“Saya atas nama pribadi dan lembaga mohon maaf, kemarin saya juga sudah sampaikan langsung permintaan maaf jika selama ini perlakukan dari pihak sekolah kurang berkenan di hati ibu dan bapak IA,” ujar Plt Kepala Sekolah tempat IA sekolah, Ovi Novianti kepada Tribuncirebon.com, Kamis (20/3/2025).

Diketahui kasus dugaan bullying oknum guru terhadap siswi di SD Negeri di Kecamatan/Kabupaten Indramayu ini viral.

Hal tersebut terungkap usai orang tua korban mengadu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu.

Pemerintah pun akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan regulasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ovi menceritakan, secara pribadi sebenarnya ia kurang mengetahui soal kejadian itu. Pasalnya, Ovi statusnya adalah guru definitif di SDN 8 Margadadi Indramayu.

Ia pun baru ditunjuk menjadi Plt Kepala Sekolah tempat IA sekolah belum lama ini. Ovi juga meminta maaf karena kurang memantau aktivitas yang terjadi di sekolah tempatnya ditugaskan menjadi Plt Kepala Sekolah.

“Kemarin saya dapat telepon dari rekan-rekan di sini, katanya di sini sedang ada masalah,” ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved