Selasa, 14 April 2026

Gass Mudik 2025

Kapolri Listyo Sigit Tegaskan Polri Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Siapkan Hotline

Listyo menambahkan, Polri menyiagakan layanan hotline pengaduan arus mudik, dengan harapan pelayanan mudik tahun ini semakin baik.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
APEL GELAR PASUKAN - Polrestabes Bandung menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 dalam rangka pengamanan arus mudik Lebaran, di Lapangan Tegallega Bandung, Kamis (20/3/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan ada 164 ribu personel yang mengamankan arus mudik dan balik lebaran 2025. Para personel akan menempati 2.835 pos terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan pekerjaan.

"Ratusan ribu personel terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Kemenhub, Pramuka, dan beberapa stakeholder. Para personel itu akan mengamankan 126.736 objek pengamanan berupa masjid, lokasi Salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara," ujarnya, Jumat (21/3/2025).

Listyo menambahkan, Polri menyiagakan layanan hotline pengaduan arus mudik, dengan harapan pelayanan mudik tahun ini semakin baik.

"Saluran hotline itu 110. Masyarakat yang ingin mengadukan hal-hal terkait masalah pelayanan mudik bisa hubungi hotline tersebut. Petugas akan 24 jam memberikan pelayanan," katanya.

Kapolri pun menegaskan, puncak arus mudik lebaran 2025 diprediksi 28 Maret dan arus balik lebaran diprediksi 5 April.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menyebut siaga SAR khusus lebaran 2025 dilaksanakan mulai hari ini sampai 11 April dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi 27 sampai 28 Maret 2025. Sedangkan puncak arus balik gelombang pertama pada 6 sampai 7 April 2025.

"Siaga SAR ini menjadi agenda rutin setiap tahunnya untuk bersiaga akan potensi ancaman kedaruratan yang mungkin terjadi, terutama di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan, ruas jalan tol, dan lokasi-lokasi pariwisata yang menjadi titik kumpul masyarakat. Jadi, kami perlu menyiapkan seluruh sumber daya baik personel maupun sarana prasarana agar siap mengantisipasi terjadinya kondisi darurat selama masa angkutan lebaran," ujarnya.

Adapun untuk mengoptimalkan pelayanan keselamatan masyarakat ditekankan hal-hal, seperti penempatan kapal atau alut di lokasi lokasi strategis di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan, mewaspadai titik-titik kumpul kemacetan lalu lintas, melaksanakan patroli dan pemantauan di lokasi pariwisata/keramaian, terutama wisata bahari/air, terus mengupdate informasi cuaca, mewaspadai daerah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang, serta memastikan kesiapan alut dan menjaga profesionalisme juga sinergitas yang baik dengan potensi SAR.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved