Kamis, 30 April 2026

Organda Tolak Shuttle DAMRI dari Stasiun KAI Banjar ke Tourism Information Center Pangandaran

Layanan antar jemput atau shuttle bus DAMRI dari Stasiun KAI Banjar ke Tourism Information Center (TIC) Pangandaran akhirnya mandek beroperasi.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Kemal Setia Permana
Tribun Jabar/ Padna
DITOLAK ORGANDA - Dua minibus DAMRI yang terparkir di halaman TIC Pangandaran, Selasa (18/3/2025). Kehadiran transportasi DAMRI jenis ini ditolak oleh Organda Banjar.   

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN -  Layanan antar jemput atau shuttle bus DAMRI dari Stasiun KAI Banjar ke Tourism Information Center (TIC) Pangandaran akhirnya mandek beroperasi.

Hal ini menyusul adanya penolakan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjar

Sebelumnya, DAMRI berencana akan mengoperasikan shuttle minibus mulai 17 Maret 2025 dengan tarif Rp50 ribu per penumpang. 

Namun Organda Kota Banjar menolak karena dinilai belum melibatkan kesepakatan antar-pemangku kepentingan.

Baca juga: Terungkap Fakta Lain yang Mencengangkan dari Lokasi Sabung Ayam yang Tewaskan 3 Polisi di Lampung

Termasuk, kesepakatan antara pihak DAMRI dengan Pemerintah Kota Banjar serta Organda di wilayah tersebut.  

Ketua Organda Kota Banjar, Wahyudin, mengatakan pihaknya resmi menolak jasa operasional shuttle DAMRI. 

"Kami belum memberikan persetujuan itu. Jika dipaksakan, DAMRI harus bertanggung jawab atas konsekuensinya nanti," ujar Wahyudin melalui WhatsApp, Selasa (18/3/2025) siang.

Menurut Wahudin, keberadaan shuttle minibus ini bakal berpotensi mengganggu ekosistem transportasi lokal yang telah dijalankan ribuan anggota Organda

"Makanya, pemangku kepentingan seperti kami harus dilibatkan dalam diskusi sebelum layanan baru dijalankan. Tanpa itu, risiko terjadi konflik di lapangan sangat memungkinkan," katanya.  

Baca juga: Ternyata Patrick Kluivert Pernah Kalahkan Pelatih Australia Dua Dekade Silam di Liga Inggris

Kini, pihaknya menuntut transparansi dan kejelasan mekanisme operasional sebelum layanan benar-benar dijalankan. 

Ia mengingatkan, jika ketegangan antara DAMRI dan Organda tidak diselesaikan berpotensi memicu gesekan di lapangan.

"Sekarang, kami minta dialog ulang untuk mencapai solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat," ucap Wahyudin.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved