Kamis, 28 Mei 2026

Persib Bandung

Viking Persib Club Merayakan 1933: Tradisi Cinta Bobotoh yang Mendalam

Dalam rangka merayakan hari jadi Persib yang ke-92, VPC menggelar serangkaian acara yang penuh makna.

Tayang:
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
KETUA Umum VPC, Tobias Ginanjar, saat ditemui di Stadion GBLA, Bandung, Kamis (13/2/2025). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.ID – Cinta mendalam terhadap Persib Bandung mendorong Viking Persib Club (VPC) untuk tetap memperingati hari jadi Persib pada tanggal 14 Maret 1933, meski perdebatan tentang tanggal lahir klub ini kerap muncul.

Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar, menegaskan bahwa perayaan ini dilandasi oleh kecintaan yang tak tergoyahkan.

Dalam rangka merayakan hari jadi Persib yang ke-92, VPC menggelar serangkaian acara yang penuh makna.

Mulai dari pemotongan tumpeng, pembagian takjil, santunan kepada anak yatim, hingga diskusi mendalam dengan para pakar sejarah dan manajemen Persib Bandung.

Diskusi tersebut berlangsung hangat, dengan berbagai pertanyaan dari anggota VPC yang menciptakan suasana penuh antusiasme.

Tobias menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman komunitas.

“Suporter itu bergerak berdasarkan emosi dan kecintaan. Kami tidak memiliki kapasitas ilmiah, makanya menghadirkan beberapa pakar untuk memberikan penjelasan dari sudut pandang keilmuan,” ujar Tobias pada Minggu (16/3/2025) malam, setelah diskusi usai.

Namun, Tobias menegaskan bahwa tidak semua penjelasan dari para pakar diterima begitu saja oleh VPC. Menurutnya, interpretasi setiap orang tentu berbeda-beda.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dan tidak perlu menjadi permusuhan. Justru perbedaan itu bisa menjadi jalan untuk menemukan persamaan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Tobias menyebutkan satu ungkapan yang sangat bermakna, “Bahwa kecintaan Bobotoh adalah kebenaran secara cinta. Tahun 1933 merupakan kebenaran berdasarkan cinta, bukan semata-mata kebenaran ilmiah,” ujarnya.

Tradisi kecintaan yang turun-temurun terhadap Persib menjadikan 1933 sebagai paham yang diyakini oleh banyak Bobotoh.

“Kalau untuk membantah tahun 1919, kami tak punya kapasitas ilmiah untuk itu. Saya tidak bisa mengatakan itu salah karena belum melakukan penelitian mendalam. Tapi saya percaya pada 1933 sebagai kebenaran atas dasar cinta,” lanjut Tobias.

Sementara itu, Interim Director of Sports PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengapresiasi dialog terbuka yang terjadi. Ia menilai ini adalah langkah awal yang baik untuk mempererat komunikasi antara manajemen dan komunitas Bobotoh.

“Kami berharap ini bukan pertemuan terakhir. Kami ingin terus duduk bersama komunitas untuk membangun komunikasi yang lebih baik,” ungkap Adhitia.

Adhitia juga berharap bahwa melalui pertemuan seperti ini, berbagai kesalahpahaman yang selama ini ada bisa diselesaikan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved