Berdayakan Petani Kakao, Terve Ingin Cokelat Indonesia Dikenal Dunia
Misinya mengenalkan kakao asli Indonesia ke negara-negara lain sudah dimulai sejak 2024. Bahkan, sudah mengikuti pameran di Paris dan Amsterdam.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terve Chocolate, merk dagang asal Kota Bandung tengah gencar mengenalkan biji kakao dari berbagai daerah di Indonesia dan cokelat artisan ke negara-negara lain.
Misinya mengenalkan kakao asli Indonesia ke negara-negara lain sudah dimulai sejak 2024. Bahkan, sudah mengikuti pameran di Paris dan Amsterdam.
Saat ini, Terve membuka outlet terbaru yang terletak di kawasan wisata Jalan Braga yang hanya menyediakan produk olahan, mulai dari cake, cokelat batang, dan minuman cokelat. Mengusung konsep to-go, Terve ingin menjangkau konsumen lebih luas lagi.
Sebelumnya, Terve sudah membuka outlet utamanya yang terletak di Jalan Bengawan, Kota Bandung. Toko pertamanya itu tidak hanya menjual berbagai macam jenis cokelat, tapi juga pengalaman mengolah cokelat dari biji kakao.
Manager Marketing Terve Chocolate Kezia Naomi mengatakan, biji kakao dari berbagai daerah di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikenal dunia, seperti hal nya biji kopi. Apalagi, kata dia, kakao dikenal punya 300 jenis cita rasa.
“Kami punya visi men-cokelatkan Indonesia untuk mengenalkan pilihan cokelat yang lebih sehat yaitu cokelat premium,” ujar Kezia, Minggu (16/3/2025).
Menurutnya, proses pengolahan biji kakao dengan cara difermentasikan, dapat meningkatkan cita rasa dari cokelat itu sendiri.
“Sehingga cokelat tidak butuh banyak tambahan gula,” katanya.
Pihaknya pun mengeklaim, jika cokelat buatannya hanya mengandung 20 persen gula. Sisanya didominasi cokelat dengan kadar yang bisa dipilih, mulai dari 77 persen hingga 100 persen.
Terve pun menggunakan 100 persen biji kakao dari petani yang tersebar di sembilan daerah. Setiap daerah, kata dia, memiliki cita rasa cokelat yang berbeda dan unik. Namun secara keseluruhan, cokelat Indonesia punya cita rasa fruity dan spice.
“Cokelat kita ada dari sembilan daerah di Indonesia, seperti Bogor, Cilacap, Papua, Bali, Payakumbuh, dan Kalimantan,” ucapnya.
Dia berharap, sama seperti kopi, cokelat Indonesia juga bisa dikenal di seluruh dunia dan jadi buah tangan turis yang berkunjung ke sini.
“Di sini pengenalannya punya cokelat premium yang bisa jadi oleh-oleh dan ini tuh asli Indonesia,” katanya.
| Kepuasan Warga Naik, Farhan Soroti Pengangguran dan Daya Beli di Kota Bandung |
|
|---|
| Farhan Genjot Infrastruktur 2026, BRT dan Angkot Listrik Jadi Andalan Baru Kota Bandung |
|
|---|
| Calon Jemaah Haji Asal Bandung Mulai Berangkat 22 April, Diminta Waspadai Cuaca Panas |
|
|---|
| Pria Ditemukan Tewas Penuh Luka di Kontrakan di Cinambo Bandung, Identitas Pelaku Belum Diketahui |
|
|---|
| Komisi II DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Genjot PAD Lewat Penggunaan Tapping Boxx |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-di-outlet-terbaru-Terve-yang-terletak-di-kawasan-wisata-Jalan-Braga.jpg)