Sidak SPBU di Cirebon, Ada 2 SPBU yang Diukur Pemkot, Rata-rata Kurang 40an ml
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SPBU di Jalan Brigjend Dharsono, tepatnya di seberang Lottemart.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Menjelang arus mudik Lebaran 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Cirebon bersama Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat (14/3/2025).
Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan bakar serta mencegah praktik kecurangan yang merugikan konsumen.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SPBU di Jalan Brigjend Dharsono, tepatnya di seberang Lottemart.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, turun langsung mengecek meteran pompa BBM, kondisi penyimpanan, serta stok Pertalite, Pertamax dan Solar.
Pengecekan juga melibatkan petugas Metrologi Legal dari dinas terkait.
"Dari hasil sidak di dua SPBU, yaitu di Brigjend Dharsono dan Ahmad Yani, semuanya masih dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh Pertamina," ujar Edo saat diwawancarai media, Jumat (14/3/2025).
Ia menjelaskan, bahwa pengukuran akurasi pompa BBM menunjukkan angka yang bervariasi, tetapi masih dalam batas wajar.
"Nilai kandungannya hampir rata-rata di angka minus 40-an (40 ml), tapi tadi ada juga yang plus 13. Toleransinya kan sampai 100, jadi masih cukup bagus," ucapnya.
Edo menegaskan, sidak semacam ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang musim mudik untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
"Kami juga akan terus berkoordinasi dengan sejumlah SPBU agar ketersediaan BBM tetap aman."
"Sidak ini juga bertujuan mengantisipasi potensi kelangkaan dan antrean panjang yang kerap terjadi saat musim mudik," jelas dia.
Pemerintah Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM lebih awal guna menghindari kepadatan di jalur utama dan memastikan perjalanan mudik lebih lancar.(*)
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
| Guru Honorer Kuningan Syok Namanya Dicatut Jadi Pemilik Ferrari Rp4,2 Miliar, KTP Ditawar Rp 5 Juta |
|
|---|
| Cirebon Krisis Solar! 1.300 ABK Nganggur, Sudah Sebulan Ratusan Kapal Numpuk di Pelabuhan Kejawanan |
|
|---|
| Dorong Ekonomi Desa Kemantren, Kemenkum Jabar Turun Tangan Dampingi Pendaftaran Merek Kolektif KMT25 |
|
|---|
| Kanwil Kemenkum Jabar Inventarisasi Potensi dan Koordinasi Dukungan Indikasi Geografis |
|
|---|
| Ayah Egi ABK Cirebon yang Dibakar Hidup-hidup di Bali Tak Terima: Nyawa Harus Dibayar Nyawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-sidak-spbu.jpg)