Usia Tua Tak Halangi Emak-emak di Bandung Belajar Mengaji Saat Bulan Ramadan
Sejumlah emak-emak tampak khusyuk saat belajar membaca Al-Qur'an di Kantor Kelurahan Merdeka, Jalan Patrakomala, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah emak-emak tampak khusyuk saat belajar membaca Al-Qur'an di Kantor Kelurahan Merdeka, Jalan Patrakomala, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Kamis (13/3/2025).
Meski usianya sudah tak muda lagi, mereka tidak merasa malu belajar demi bisa membaca Al-Qur'an. Justru mereka terlihat semangat dan sangat antusias meski bacaannya masih terdengar terbata-bata atau belum lancar.
Saat belajar membaca Al-Qur'an, emak-emak tersebut mengikuti setiap bacaan yang dilafalkan oleh guru ngaji hingga akhirnya sedikit demi sedikit, mereka bisa membaca dengan benar sebanyak beberapa ayat.
"Walaupun sudah tua, kami tetap semangat belajar, program ini sangat positif karena kami jadi paham tajwid dan huruf-hurufnya," ujar seorang peserta pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, Lilis Nurhayati (60), Kamis (13/3/2025).
Atas hal tersebut, dia meminta program tersebut bisa dilaksanakan dengan waktu yang lama agar semua warga yang belum bisa membaca Al-Qur'an bisa terus belajar hingga bacaannya benar-benar lancar.
"Semoga tidak hanya berlangsung 100 hari, tapi bisa diteruskan seterusnya," katanya.
Peserta yang lainnya Surtiyati (60), mengaku sangat bahagia bisa ikut serta dalam program ini karena semua ibu-ibu bisa belajar mengaji selama bulan Ramadan ini, tetapi ia juga meminta program ini terus dilanjutkan.
Baca juga: Kisah Mualaf Belajar Al-Quran di Kantor Kelurahan Merdeka, Ngaku Sulit Lafalkan Huruf Hijaiyah
"Program ini bagus sekali untuk ibu-ibu yang belum bisa mengaji, sekarang jadi bisa. Saya senang sekali, mudah-mudahan bisa dilanjutkan lagi setelah Ramadan," ucap Suryati.
Mayoritas peserta mengakui, ada beberapa kesulitan dalam mempelajari huruf-huruf Arab, terutama dalam pelafalan. Namun, hal itu dipastikan tidak menjadi kendala karena terus dibimbing oleh beberapa guru ngaji.
"Biasanya kita di sini terbiasa dengan pengucapan yang berbeda, jadi ada tantangan tersendiri. Tapi Alhamdulillah, sangat membantu sekali," katanya.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengapresiasi semangat para peserta dan para pengajar, bahkan antusiasme warga luar biasa, dan para pengajarnya juga sangat berdedikasi.
"Mudah-mudahan ibu-ibu semua bisa segera membaca Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada tetangga serta anak-anak," ucap Erwin.
Selain program pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, kata dia, kegiatan di Kelurahan Merdeka juga mencakup pelatihan dai, rumah tahfiz, dan rumah tahsin, yang semakin memperkuat gerakan literasi Al-Qur'an di Kota Bandung.
"Semoga program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bandung yang ingin lebih mendalami bacaan Al-Qur'an," ujarnya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Alasan Persaingan Pencari Kerja di Bandung Semakin Ketat: Status Kota Terbuka dan Urbanisasi |
|
|---|
| DPRD Soroti LKPJ Gubernur 2025, Belum Fokus pada Ekonomi dan Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Akademisi Korea Apresiasi Pengukuhan Profesor Septiana Dwiputrianti sebagai Guru Besar |
|
|---|
| Fokus Benahi Bandung, Farhan Pastikan Kolaborasi dengan Pemprov untuk Percepat Penanganan |
|
|---|
| Farhan Jamin Job Fair di Bandung Bukan Formalitas, Batas Usia dan Pengalaman jadi Perhatian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Program-pemberantasan-buta-huruf-11111.jpg)