Rabu, 29 April 2026

Bencana Hidrometeorologi Masih Intai Cimahi, Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga April Nanti

BPBD masih menerapkan status siaga darurat bencana untuk Kota Cimahi. Apalagi, cuaca ekstrem kerap terjadi saat peralihan musim.

Kolase Facebook
BANJIR DI CIMAHI - Genangan air banjir di jalanan Kota Cimahi pasca hujan badai, Sabtu (9/11/2024). Arsip 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Bencana hidrometeorologi seperti banjir dinilai masih menjadi ancaman di Kota Cimahi. Hal itu menyusul masih adanya ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga April 2025.

"Puncak cuaca ekstrem di musim penghujan yang tahun kemarin terjadi pada Januari-Februari kini bergeser ke Maret-April," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cimahi, Rohmat, Rabu (5/3/2025).

Rohmat mengungkapkan, BPBD masih menerapkan status siaga darurat bencana untuk Kota Cimahi. Apalagi, cuaca ekstrem kerap terjadi saat peralihan musim.

"Berdasarkan BMKG, cuaca agak mengering Mei dan Juni. Artinya, status darurat bencana hidrometeorologi yang telah kami keluarkan masih berlaku, yakni status siaga darurat," ungkapnya. 

Baca juga: Kota Bogor Dikepung 14 Kejadian Bencana Imbas Sungai Ciliwung Meluap, Bendung Katulampa Siaga I

Rohmat menuturkan, titik bencana seperti banjir tidak dapat diprediksi di Kota Cimahi. Lokasi banjir kerap bergeser dari satu titik ke titik lain karena hujan yang terjadi kerap tidak merata.

"Situasi hujan saat ini juga tidak merata, misalnya di wilayah utara hujan, sementara di selatan kering. Hal-hal seperti ini yang selalu kami waspadai. Kalaupun ada titik-titik yang sering terjadi bencana, biasanya lokasinya selalu bergeser," tuturnya.

BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja di Kota Cimahi.

Selain itu, upaya-upaya antisipasi untuk menekan dampak negatif bencana alam dilakukan secara berkala oleh BPBD Cimahi. Mulai dari sosialisasi hingga pembentukan Pos Pengendalian Operasi. 

"Pos ini merupakan gabungan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan pihak kelurahan, sehingga jika ada kejadian di wilayah, respons bisa lebih cepat. Masyarakat harus tetap waspada dan berkolaborasi dengan aparat wilayah," tandasnya.

Baca juga: BPBD Ingatkan Warga Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sumedang pada Musim Hujan

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved