Jumat, 10 April 2026

Klub Tutup Selama Ramadan, Begini Kegiatan DJ Adelia Selama Puasa

Menjadi disk jockey atau dj yang memandu musik di klub dan tempat hiburan malam sudah dijalani oleh Adelia (30) sejak 10 tahun lamanya.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Januar Pribadi Hamel
FOTO Adelia
ISI EVEN - DJ Adelia yang sudah tampil di berbagai klub Indonesia. Saat Ramadan, Adelia lebih banyak mengisi even di luar dan memanfaatkan relasi selama jadi dj bertemu sama orang yang profesinya beda-beda, Jumat (28/2/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjadi disk jockey atau dj yang memandu musik di klub dan tempat hiburan malam sudah dijalani oleh Adelia (30) sejak 10 tahun lamanya.

Sebagai pekerja seni yang bekerja saat malam hari, Adel sadar jika pekerjaan ini memiliki pandangan yang berbeda dengan pekerjaan kantoran yang biasanya dilakukan saat pagi hari.

Namun siapa sangka dari pekerjaannya ini, Adel bisa menghibur pengunjung dari berbagai belahan pulau di Indonesia bahkan luar negeri melalui musiknya.

Perempuan yang akrab disapa Adel mengatakan, awal menjadi dj bermula dari melihat teman-temannya yang menekuni hobi tersebut.

Adel pun ikut mencoba, namun ia tak pernah berpikir untuk serius di dunia ini.

“Aku sempat nggak mau karena aku pemalu dan demam panggung. Meskipun tempatnya gelap, tetap saja malu. Tapi kata teman-teman yang lain aku mendukung secara penampilan, akhirnya sampai sekarang,” kata Adel di Studio Tribun Jabar, Jumat (28/2/2025).

Tampil menghibur sebagai dj, Adel tak menampik seringkali mendapatkan bayaran yang cukup besar dari para pengunjung yang datang.

DJ Adelia yang sudah tampil di berbagai klub
ISI EVEN - DJ Adelia yang sudah tampil di berbagai klub Indonesia. Saat Ramadan, Adelia lebih banyak mengisi even di luar dan memanfaatkan relasi selama jadi dj bertemu sama orang yang profesinya beda-beda, Jumat (28/2/2025).

“Aku sudah tampil di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan yang paling gede bayarannya itu Papua. Bayaran buat satu jam itu kencang dan tipsnya keren-keren,” ucap Adel.

Berbeda halnya dengan Bandung, menurut Adel, di Bandung sudah cukup banyak perempuan yang menjadi dj. Sehingga ia memilih tampil di luar pulau.

Pengalaman yang menakjubkan lainnya adalah saat ia mendapat panggilan untuk menjadi residen dj di Abu Dhabi, Dubai.

“Aku belum pernah tergiur untuk jadi residen DJ, tapi begitu ada panggilan dan tawaran ke sana, aku mau coba jadi residen di salah satu klub internasional, semuanya isi sultan,” ujarnya sambil tertawa.

Meskipun pekerjaan menjadi disk jokey seringkali dianggap sebelah mata,  Adel merasa beruntung karena bisa mendapatkan berbagai relasi dari pekerjaan ini.

Pada Ramadan aturan penutupan tempat hiburan malam dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kota Bandung.

Adel mengatakan selama bulan Ramadan, para disk jockey ini memang tidak ada panggilan untuk tampil di tempat hiburan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved