Inovasi Petai di Cibukamanah Purwakarta, Diubah Jadi Keripik yang Miliki Nilai Jual Tinggi

Bagi sebagian orang, petai mungkin bukan pilihan karena bau menyengat dan rasa pahitnya.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Deanza Falevi
TUNJUKKAN KERIPIK - Kepala Desa Cibukamanah, Eni Kurniati, saat menunjukkan keripik hasil olahan ibu-ibu di desa tersebut, Jumat (28/2/2025). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bagi sebagian orang, petai mungkin bukan pilihan karena bau menyengat dan rasa pahitnya.

Namun, di Desa Cibukamanah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, petai justru diolah menjadi camilan lezat. Tidak hilang rasa pahit dan bau tak sedapnya, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi.

Inovasi ini dipelopori oleh Kepala Desa Cibukamanah, Eni Kurniati, yang melihat potensi besar petai yang melimpah di desanya saat musim panen tiba. 

Eni pun berinisiatif mengajak para ibu-ibu desa untuk mengubah petai menjadi produk olahan yang bisa memberi keuntungan lebih bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Purwakarta Samai Bandung, Sentuh Rp 100 Ribu/Kg, Harga Sayuran juga Naik

“Awalnya saya melihat petai atau peuteuy di Desa Cibukamanah melimpah, jadi saya berpikir bagaimana agar potensi ini bisa dimanfaatkan. Saya kemudian mengumpulkan ibu-ibu untuk berdiskusi, dan dari sana lah muncul ide untuk mengolah petai menjadi keripik yang berbeda dari biasanya."

"Kami ingin petai ini tidak hanya dimakan mentah atau dikukus, melainkan dijadikan camilan yang enak dan bernilai ekonomi,” kata Eni saat ditemui di Bale Mulya Rasa, Desa Cibukamanah, Jumat (28/2/2025).

Ia menyebutkan, proses pembuatan keripik petai ini tidak berlangsung mulus. Eni dan para ibu desa harus mencoba berbagai resep hingga akhirnya menemukan formula yang pas. 

Setelah beberapa kali gagal, percobaan keempat akhirnya berhasil. Dengan rasa bangga, mereka pun mulai memproduksi keripik petai untuk dijual.

Baca juga: Harga Ayam Potong dan Kelapa Alami Kenaikan di Pasar Rebo Purwakarta, Bakal Naik hingga Lebaran

Saat ini, kata Eni, pemasaran keripik petai masih terbatas pada penjualan online dan antarteman. Meski begitu, produk ini sudah mendapatkan perhatian dari luar Purwakarta, bahkan hingga Bekasi dan Karawang.

"Harapan kami, produk keripik petai ini bisa hadir di toko-toko ritel dan menjadi oleh-oleh khas daerah yang diminati banyak orang. Kami ingin menjadikan keripik petai sebagai produk unggulan dari Cibukamanah yang bisa go international,” ujar Eni.

Eni mengatakan, harga keripik petai ini terjangkau, yakni hanya Rp 15 ribu  untuk satu pouch seberat 200 gram. 

Menurutnya, inovasi ini tidak hanya memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Cibukamanah, tetapi juga membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kerja sama, petai bisa diubah menjadi produk bernilai jual tinggi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved