Setelah Efisiensi Anggaran, Kini Ada Larangan Study Tour, Pariwisata Bandung Barat Makin Terpukul
Kebijakan efesiensi anggaran telah berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Kebijakan efesiensi anggaran telah berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tak hanya itu, pelaku usaha pariwisata Bandung Barat semakin terpukul dengan adanya kebijakan dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang melarang kegiatan study tour sekolah.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bandung Barat, Eko Suprianto mengatakan bahwa, efesiensi anggaran telah membuat sejumlah instansi membatalkan kegiatan di sejumlah hotel di Bandung Barat.
Jumlahnya pun tak main-main, ada 31 kegiatan yang telah dipesan oleh berbagai instansi yang akhirnya dibatalkan akibat adanya kebijakan efesiensi anggaran.
"Dari data 8 hotel di Bandung Barat ada 31 even yang dibatalkan, dengan total 4.300 paket," kata Eko, Rabu (26/2/2025).
Eko mengungkapkan, hotel-hotel di Bandung Barat kerap menjadi langganan kegiatan dari lintas instansi mulai dari pemerintah daerah, kementerian, maupun perusahaan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan.
"Tentu kami terkejut dan terpukul," ungkapnya.
Baca juga: SMAN 1 Cilaku Cianjur Batalkan Study Tour ke Saung Angklung Udjo Bandung dan Universitas Yogyakarta
Selain efesiensi anggaran, pariwisata Bandung Barat semakin terpukul dengan adanya kebijakan larangan study tour sekolah yang digulirkan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Sejauh ini, sudah ada 18 kegiatan sekolah yang batal menggelar kunjungan wisata ke Bandung Barat akibat adanya larangan tersebut.
"Jadi ada 18 even yang batal dengan total pesanan 4.300 pax itu data bulan Februari (2025)," ujarnya.
General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Bandung Barat, Sapto Wahyudi mengatakan hal senada.
Sejauh ini sudah ada 4 egenda kunjungan ke TWGC dari kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah yang batal akibat adanya efesiensi anggaran.
"Udah terdampak akibat efesiensi anggaran, ada 4 group yang cancel, kementerian 2 group, pemprov 1, dan Pemda 1 group. Total ada 714 paket," kata Sapto, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, satu sekolah juga telah membatalkan kunjungan ke TWGC meski kunjungan tersebut dipesan untuk bulan Juni 2025.
"Study tour yang sudah reservasi kemudian cancel baru 1 group, buat bulan Juni dengan 400 paket," pungkasnya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI
| Desak Dedi Mulyadi Turun Tangan, Pengamat Minta Koordinasi Nyata Atasi Banjir di Bandung |
|
|---|
| Harga Elpiji Naik, Dedi Mulyadi Minta Warga Cerdas Pakai Energi Lokal: Biogas hingga Kayu Bakar |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Soal Pajak Kendaraan Listrik: Jalan Tetap Dipakai Semua Kendaraan |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Dorong Alih Komoditas Ramah Lingkungan Demi Tanggulangi Banjir Bandung |
|
|---|
| Tak Hanya Andalkan BPS, Irpan Puji Verifikasi DTSEN oleh Sekda Jabar di Tasikmalaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pengunjung-Floating-Market-Lembang-Kabupaten-Bandung-Barat-dihibur-dengan-pertunjukan-barongsai.jpg)