Dayeuhkolot Terendam Banjir, Anggota DPRD Cantik Ini Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Angie Natesha Goenadi Go, melihat lokasi yang sempat dilanda banjir di Dusun Pasawahan, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Bandung, Rabu (2
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Angie Natesha Goenadi Go, melihat lokasi yang sempat dilanda banjir di Dusun Pasawahan, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Bandung, Rabu (26/2/2025).
Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada Selasa (25/2/2025).
Angie mengaku prihatin atas kondisi yang dialami warga terdampak, terlebih ketika banjir itu hadir setiap kali musim penghujan. Menurutnya, banjir saat ini memang lebih besar dari sebelumnya yang berdampak ribuan warga harus mengungsi karena rumahnya terendam luapan Sungai Citarum.
Baca juga: Angie Natesha Goenadi Go Dukung Langkah Dadang Supriatna Bentuk Satgas Penertiban Tempat Usaha
Teh Angie sapaannya, mengimbau masyarakat supaya selalu waspada bila hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Masyarakat harus lebih siaga dan waspada, karena sudah mulai memasuki puncak musim hujan," ujar Angie dari daerah pemilihan II, meliputi Margahayu, Margaasih, Katapang, dan Dayeuhkolot ini.
Dia berharap banjir dapat segera surut di wilayah Dayeuhkolot, apalagi sebentar lagi akan memasuki Ramadhan.
"Mudah-mudahan banjir dapat segera surut dan masyarakat yang mengungsi dapat segera pulang ke rumah masing-masing supaya bisa bersiap beribadah di bulan Ramadhan," ujarnya.
Teh Angie juga menyoroti timbunan sampah di Sungai Citarum yang menjadi salah satu penyebab banjir di Kabupaten Bandung. Pasalnya, kata Angie, banjir tak hanya disebabkan intensitas, melainkan sampah yang menumpuk di aliran sungai.
Baca juga: Banjir Melanda Dayeuhkolot dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, 7.298 Jiwa Terdampak
"Sampah-sampah ini bukan hanya berasal dari warga sekitar, tapi juga ada yang terbawa arus hingga ke Sungai Citarum sehingga menghambat aliran air. Jadi, ini harus diantisipasi dan dicarikan solusinya," ucapnya..
Teh Angie berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga terdampak banjir, seperti pengerukan aliran sungai, pembangunan, dan pemeliharaan tanggul. Dia mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas yang memperburuk resiko banjir, seperti membuang sampah sembarangan ke sungai atau menebang hutan di daerah tangkapan air.
"Mari (warga) pilah sampah agar sampah yang dibuang tak menyumbat saluran air. Tindakan kecil yang konsisten dapat membawa dampak besar untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan," ucapnya.
Berdasarkan informasi, ketinggian air di Kecamatan Dayeuhkolot tersebut bervariasi mulai 10 sentimeter hingga 110 sentimeter.
Warga yang terdampak banjir mencapai 2.586 kepala keluarga atau 7.298 jiwa. Selain itu, beberapa ruas jalan dari arah Kota Bandung menuju ke Kabupaten Bandung pun ikut terendam. (*)
| Potret Tumpukan Sampah Sumbat Jembatan Cipurut, Akses Bojongsoang-Dayeuhkolot Rawan Banjir Lagi |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Pastikan Perbaikan Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot Bandung Rampung Tahun Ini |
|
|---|
| Bupati Bandung Ancam Tutup Perusahaan yang Tak Sediakan Lahan Retensi Air 10 Persen |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Angie Natesha Soroti Keadilan Sosial yang Belum Merata |
|
|---|
| Kabupaten Bandung Masih Rawan Banjir, Pemkab Siapkan 20 Infrastruktur Pengendali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Angie-Natesha-Goenadi-Go-melihat-lokasi-dilanda-banjir-di-Desa-Cangkuang-Kulon.jpg)