Berita Viral

Sosok Nina Indriana Kepsek MAN 2 Bekasi yang Viral Didemo Siswa, Sebut Tak Masalah Jika Dimutasi

Inilah sosok Nina Indriana, Kepala Sekolah MAN 2 Bekasi yang menuai sorotan viral setelah didemo siswanya pada Senin (17/2/2025).

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
KEPSEK YANG DIDEMO - Kepala Sekolah MAN 2 Kota Bekasi Nina Indriana saat ditemui di MAN 2 Kota Bekasi, Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Selasa (18/2/2025). 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah sosok Nina Indriana, Kepala Sekolah MAN 2 Bekasi yang menuai sorotan viral setelah didemo siswanya pada Senin (17/2/2025).

Foto-foto ketika para siswa MAN 2 melakukan aksi demonstrasi itu beredar viral di media sosial.

Salah satu yang viral adalah ketika para siswa MAN 2 Bekasi beramai-ramai menghadapi Nina Indriana yang berdiri seorang diri di halaman sekolah.

Para siswa itu membawa berbagai tulisan yang menyerukan aspirasi serta keresahan mereka terhadap kepemimpinan Nina Indriana di MAN 2 Bekasi.

Adapun, beberapa tuntutan dari aksi ini di antaranya terkait transparansi anggaran, pungutan Rp250.000 per bulan, fasilitas yang tidak memadai, dan masih banyak lagi.

Lantas, siapakah sosok Nina Indriana?

Dilansir dari berbagai sumber, Nina Indriana telah menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah MAN 2 Bekasi sejak 8 Maret 2023. Sebelumnya, posisi tersebut diisi oleh Lukmanul Hakim.

Nina Indriana adalah seorang lulusan Sarjana Agama dan Magister Pendidikan.

850 pelajar MAN 2 Kota Bekasi menggelar aksi damai
Sebanyak 850 pelajar MAN 2 Kota Bekasi menggelar aksi damai di tengah apel upacara di halaman sekolah pada Senin (17/2/2025).

Baca juga: Viral Kepala Puskesmas di Indramayu Ngaku Setor Rp 100 Juta, Nina Agustina:Tak Ada Jual Beli Jabatan

Sebelum menjadi kepala sekolah di MAN 2 Bekasi, Nina Indriana sempat menjabat di posisi yang sama di MAN 3 Bekasi.

Alasan Didemo

Ada beberapa alasan mengapa siswa akhirnya turun dari kelas untuk melakukan demonstrasi terhadap Nina Indriana.

J misalnya, salah satu siswa yang merasa kecewa karena pihak sekolah diduga tidak pernah memberi upah bulanan kepada pembina ekstrakurikuler.

Akibat hal itu, para siswa diduga menyisihkan uang jajan mereka untuk urunan membayar gaji pembina.

"Jadi, anak-anak yang ekskul itu putar otak entah itu nombok pakai uang sendiri atau apa supaya bisa bayar gaji pelatihnya gitu," ujar J, Senin, dikutip dari Kompas.com.

Selan itu, J menyebut bahwa para siswa harus membayar Rp250.000 setiap bulannya yang tidak sebanding dengan kebijakan sekolah.  

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved