Kisah Bripka Joko Jadi Penggali Kubur Gratis dan Wakafkan Tanah untuk Pemakaman Warga: Kejar Akhirat

Inilah sosok polisi yang menjadi penggali kubur gratis, wakafkan tanah untuk pemakaman hingga buka posko obat gratis yang ramai menjadi perbincangan.

(Dok. Bripka Joko Hadi)
GALI KUBUR - Bripka Joko Hadi Aprianto menjadi sosok yang menginspirasi masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan hati tulus, ia telah mengabdikan diri sebagai penggali kubur gratis bagi warga kurang mampu selama bertahun-tahun. 

TRIBUNJABAR.ID - Kisah polisi yang menjadi tukang gali kubur tengah mencuri perhatian publik.

Ia adalah Bripka Joko Hadi Aprianto yang dikenal sebagai sosok inspiratif di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dengan hati tulus, ia telah mengabdikan diri sebagai penggali kubur gratis bagi warga kurang mampu selama bertahun-tahun.

Pengabdiannya ini pun bukan hal yang baru.

Diketahui, perjalanan panjangnya sebagai penggali kubur dimulai sejak masa remaja, saat kondisi ekonomi keluarganya sulit dan mendorongnya untuk mencari penghasilan tambahan.

Dari Anak Penjual Kue hingga Penggali Kubur

Pria yang berusia 38 tahun ini mulai bekerja sebagai penggali kubur sejak kelas 2 SMP.

Sebelumnya, sejak kelasa 3 SD, ia sudah berusaha membantu keluarganya dengan berjualan kue keliling dan menjual kayu bakar.

Baca juga: Dulu Sukses di IPTN Abah Suhendar Kini Jualan Kopi di Cihanjuang, Baca Quran Sambil Tunggu Pembeli

"Ayah saya seorang polisi tamtama dengan gaji kecil, harus menghidupi delapan anak. Tapi satu saudara saya meninggal, jadi kami tujuh bersaudara. Sebagai anak keempat, saya merasa harus membantu keluarga. Gaji polisi saat itu tidak cukup, jadi saya cari penghasilan sendiri. Mulai dari jual kue, kayu bakar, sampai akhirnya jadi penggali kubur," kenang Joko, Rabu (12/2/2025), dikutip dari Kompas.com.

Ketika menjadi penggali kubur di usia SMP, Joko mendapatkan upah Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per pemakaman.

Kemudian pada tahun 2005, ayahnya menyarankan ia mendaftar sebagai anggota Polri.

Setelah diterima dan menyelsaikan pendidikan, Joko pun kembali bertugas di Samarinda, kota kelahirannya.

Namun, meski telah menjadi polisi, Joko tidak pernah meninggalkan tugas sosialnya sebagai penggali kubur.

Mewakafkan Tanah untuk Pemakaman Warga

Selama lima tahun terakhir, Joko dipercaya menjadi ketua pemakaman di wilayah tempat tinggalnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved