Baderhood: Forum Biker Usia Matang, Semakin Tua, Semakin Bermakna
Forum ini khusus menyasar para biker berusia 40 tahun ke atas, memberikan wadah bagi mereka untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan berbagi kebaikan.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - BADERHOOD, sebuah forum motor yang kini telah memiliki lebih dari 18.000 anggota di seluruh Indonesia, bermula dari sebuah ide sederhana namun kuat yang dicetuskan oleh Dede Mansur.
Forum ini khusus menyasar para biker berusia 40 tahun ke atas, memberikan wadah bagi mereka untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan berbagi kebaikan.
Dede Mansur, pendiri Baderhood, mengungkapkan bahwa tujuannya adalah untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi para biker yang merasa "lebih matang" dalam kehidupan, baik dalam hal usia maupun pengalaman.
"Kami ingin menjadikan ini bermakna, lebih bermanfaat, dan tidak terikat aturan yang ketat. Prinsip kami sederhana: kompak, santun, lucu. Kalau itu tercapai, Baderhood bisa menjadi asoy," ujar Dede, saat berbincang dengan Tribunjabar.id, belum lama ini.
Dede menjelaskan bahwa Baderhood lebih dari sekadar para pecinta motor. Ia mengibaratkan Baderhood seperti pos ronda: sebuah tempat yang terbuka bagi siapa saja, tanpa syarat dan batasan.
"Di pos ronda, orang bebas datang, bermain gitar, atau main catur, tanpa ada paksaan. Begitu juga di Baderhood, kami memberikan kebebasan kepada anggota untuk berinteraksi tanpa rasa terikat oleh aturan-aturan yang membuat mereka terbatas," tambahnya.
Baderhood memang berbeda dari kebanyakan klub motor. Tidak ada kewajiban mengikuti acara atau kegiatan tertentu, dan yang lebih menarik lagi, tidak ada iuran yang harus dibayar.
Dede percaya bahwa para anggota Baderhood sudah cukup dewasa dan memiliki pengalaman hidup yang kaya, sehingga mereka tidak perlu lagi dibebani aturan yang ketat.
"Baderhood adalah forum, bukan klub. Jadi kami membebaskan member untuk bergaul dengan siapa saja dan mengikuti acara yang mereka pilih," jelasnya.
Sebagai bagian dari konsep kebebasan ini, Baderhood memiliki banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh masing-masing wilayah atau yang mereka sebut dengan "TKP" (Tempat Kumpul Perwakilan).
Salah satu contoh kegiatan yang diinisiasi oleh Dede adalah "Sosis Basah", sebuah kegiatan sosial yang dilakukan setiap bulan September, di mana anggota Baderhood melakukan aksi sosial seperti menyantuni anak yatim atau membersihkan rumah ibadah.
"Kami memberikan kebebasan kepada anggota untuk menentukan kegiatan sosial mereka, namun selalu mengingatkan untuk meninggalkan jejak kebaikan," kata Dede.
Selain kegiatan sosial, Baderhood juga kerap mengadakan acara yang lebih santai dan menyenangkan. Salah satunya adalah "Barisan Asoy", sebuah kegiatan riding seru yang dilakukan oleh anggota Baderhood di bulan Agustus, di mana mereka bisa mengeksplorasi tempat-tempat baru dan menikmati perjalanan bersama.
.
"Kami ingin mengingatkan anggota bahwa usia bukan halangan untuk menikmati hidup dan berkumpul bersama, baik dengan sesama biker maupun teman-teman dari komunitas lain," ujar Dede.
Bagi Dede, setiap perjalanan bersama anggota Baderhood menjadi kenangan yang tak terlupakan. Meski tidak semua anggota Baderhood terlibat dalam kegiatan touring, banyak dari mereka yang menikmati kebersamaan dalam berbagai bentuk, baik itu sekadar berkumpul atau menjelajah Indonesia bersama.
| Horor bin Asyik! Intip Keseruan Komunitas Remote Control Cirebon Jajal Trek Malam Hari di Alam Liar |
|
|---|
| Pengelola Parkir Tritan Point Bandung Lepas Tangan, 7 Korban Motor Hilang Tak Dapat Ganti Rugi |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Minta Panitia Tau Tau Festival Tanggung Jawab atas Hilangnya 7 Motor Pengunjung |
|
|---|
| Para korban yang Hilang Motor di Konser Tau Tau Festival Bandung Berharap Ada Ganti Rugi |
|
|---|
| Tujuh Motor Hilang di Tau Tau Festival Bandung, LBH Konsumen Sarankan Korban Gugat ke BPSK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Aktivitas-Baderhood-yang-kini.jpg)