Minggu, 12 April 2026

Disnakertrans Purwakarta Fokus Program Pelatihan Pekerja Migran dan Industri

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan masyarakat yang belum bekerja. 

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Deanza Falevi
LANGKAH STRATEGIS - Kadisnakertrans Purwakarta, Didi Garnadi sebut bahwa pihaknya terus melakukan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan masyarakat yang belum bekerja. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan berbagai pelatihan yang bertujuan tak hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi menjelaskan bahwa program pelatihan ini sudah menjadi agenda tahunan yang terus digulirkan.

"Tujuan dari pelatihan ini bukan hanya sekadar membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membentuk tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja," kata Didi saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Jumat (31/1/2025).

Pada 2024, ia mengatakan, Disnakertrans Purwakarta telah melaksanakan berbagai pelatihan, di antaranya untuk calon pekerja migran Indonesia (PMI). 

Program pelatihan tersebut, kata dia, mencakup bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, serta pelatihan perawatan lansia, yang semuanya dirancang untuk mempersiapkan para peserta agar siap bekerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Baca juga: Ini Tampang Mantan Kades Pangkalan Purwakarta yang Korupsi Dana BLT, Belum Ditahan karena Sakit

Menurutnya, minat masyarakat Purwakarta untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang, cukup tinggi. 

"Menyikapi hal tersebut, pada 2025, Disnakertrans kembali menyiapkan pelatihan khusus untuk calon PMI. Program ini juga bertujuan untuk melindungi warga dari praktik perekrutan ilegal," ujarnya.

Didi menjelaskan, pelatihan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT). 

Didi pun memastikan bahwa pelatihan yang diberikan akan terus dipantau agar peserta bisa terserap di dunia kerja setelahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans, Tuti Gantini menambahkan bahwa pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada proses pengajaran saja. 

"Kami memastikan peserta kami tidak hanya dilatih, tetapi juga dibimbing hingga mereka siap dan dapat ditempatkan di perusahaan atau negara tujuan," ujarnya.

Bagi calon PMI yang mengikuti pelatihan bahasa, kata dia, mereka akan diarahkan untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh perusahaan di negara tujuan. 

"Beberapa peserta, terutama yang mengikuti pelatihan bahasa Jepang, bahkan sudah menjalani magang di hotel-hotel lokal maupun di luar daerah," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved