Sabtu, 30 Mei 2026

Ada 176 Tambang Ilegal di Jabar, Tim Hukum Jabar Istimewa Minta Kejati Jabar Usut Dugaan Tipidkor

Tim Hukum Jabar Istimewa setelah mendatangi Mapolda Jabar pada pagi hari, siang hari giliran datang ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Tayang:
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
JABAR ISTIMEWA - Tim Hukum Jabar Istimewa setelah mendatangi Mapolda Jabar pada pagi hari, mereka siang hari giliran datang ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang berada di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (31/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Hukum Jabar Istimewa setelah mendatangi Mapolda Jabar pada pagi hari, siang hari giliran datang ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang berada di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (31/1/2025). 

Kedatangan tim hukum Jabar Istimewa diterima oleh perwakilan dari Kejati Jabar, lantaran para pimpinan sedang dinas ke luar kota.

Perwakilan tim hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso menyampaikan bahwa mereka datang ke Kejati Jabar untuk melaporkan hal yang sama berkaitan dengan pengoperasian tambang ilegal yang ada di Jabar yang jumlahnya sebanyak 176 titik, bahkan dianggap lebih oleh mereka.

"Tadi pagi kami ke Polda Jabar dan siang ini kami ke Kejati. Kami ingin masalah tambang ilegal ini ditindak tegas dengan UU Tipidkor

"Mohon Kejati Jabar menindaklanjuti kerugian negara yang nyata ini lantaran sudah puluhan tahun merusak dan merugikan negara," ujarnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tak Gentar, Akan Tutup Tambang Ilegal di Jawa Barat Meski Sebelumnya Ada Unjuk Rasa

Selain itu, tim hukum Jabar Istimewa ini meminta Kejati Jabar mengecek kebenaran terkait dugaan salahsatu BUMN di Subang yang terlibat dalam tambang ilegal dengan areanya dipakai sebagai lokasi tambang.

"Kami akan kawal kasus ini secara serius meminta Polda maupun Kejati Jabar tindak tegas karena jelas-jelas tambang galian ilegal merugikan kepentingan masyarakat, jalan-jalan menjadi rusak, lingkungan hidup terganggu, hingga banyak dampak lainnya," ujar Jutek. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved