Senin, 20 April 2026

BP3MI Jabar Turut Tangani 5 Pekerja Migran Indonesia yang Ditembak APMM Malaysia

Terkait kasus penembakan 5 orang PMI tersebut, BP3MI Jabar juga sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malayasia.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kepala BP3MI Jabar Kombes Pol Mulia Nugraha. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, turut menangani kasus lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditembak di Perairan Selangor, perairan Tanjung Rhu, Malaysia, Jumat (24/5/2025) dini hari.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan apakah ada  korban asal Jawa Barat atau tidak karena identitas dari lima PMI yang menjadi korban penembakan oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) tersebut masih diidentifikasi.

Kepala BP3MI Jabar Kombes Pol Mulia Nugraha, mengatakan, terkait kasus penembakan 5 orang PMI tersebut pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malayasia.

"Saat ini polisi masih dalam siasatan (proses pemeriksaan resmi) dan menunggu hasil identifikasi," ujar Mulia Nugraha dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS, Dua PMI Ilegal Asal Sumedang di Malaysia Hilang Kontak dengan Keluarga

Atas hal tersebut, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada korban PMI asal Jawa Barat atau tidak dalam kasus penembakan tersebut karena pihaknya hingga kini masih menunggu informasi lebih lanjut.

"Betul (belum tahu apakah ada warga Jabar), karena masih menunggu. Untuk detail saat ini masih dalam penanganan polisi Malaysia dan pengawasan KBRI," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, 5 PMI tersebut ditembak oleh APMM karena diduga mereka masuk ke perairan Malaysia melalui jalur ilegal. Akibatnya, satu PMI meninggal dunia dan empat yang lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani mengatakan kelima PMI itu memang tidak mengantongi identitas saat insiden terjadi.

"Nah data-data diri karena mereka memang kebetulan tidak membawa identitas sehingga data-data itu tidak ada," kata Christina saat jumpa pers di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan dikutip Tribunnews.

Namun untuk saat ini, pihaknya sedang melakukan penelusuran dengan dibantu oleh polisi untuk mengetahui asal korban dari mana, kemudian siapa keluarganya, termasuk nama dan tentunya mereka bekerja di mana.

Baca juga: Buntut 5 WNI Ditembak Polisi Malaysia, DPR RI Akan Bentuk Tim Khusus

Politikus Partai Golkar tersebut menyatakan, terhadap empat korban yang mengalami luka-luka saat ini tengah menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda di Selangor, namun dua di antara korban luka kondisinya kritis.

"Jadi ada beberapa rumah sakit, ada tiga orang di rumah sakit beberapa rumah sakit di daerah Selangor dan satu lagi juga di rumah sakit yang dekat juga dengan tanjung ruh ini, sama masih di Selangor juga," kata Christina.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved