Taman Film yang Mati Suri Kini Hidup Kembali Setelah Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 4 Miliar
kini Taman Film yang sempat mati suri menjadi alternatif bagi warga Kota Bandung untuk berekreasi bersama keluarga.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Taman Film di bawah Flyover Pasupati, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung kini kembali hidup dan banyak dikunjungi oleh warga setelah selesai direvitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar.
Dengan selesainya revitalisasi tersebut, kini Taman Film yang sempat mati suri menjadi alternatif bagi warga Kota Bandung untuk berekreasi bersama keluarga karena sejumlah fasilitas yang sebelumnya rusak sudah diperbaiki.
Plt Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Yuli Eka Dianti, mengatakan revitalisasi Taman Film dilakukan dalam rangka penataan kolong Flyover Pasupati.

"Taman Film itu selesai direvitalisasi pada Desember 2024. Sebetulnya ini belum resmi kita buka cuma karena memang animo masyarakat besar jadi dibuka, tapi belum bisa kita resmikan," ujar Yuli, Senin (20/1/2025).
Sebetulnya dalam revitalisasi Taman Film tersebut, kata dia, belum banyak yang diperbaiki karena pihaknya fokus mengganti rumput, pagar, dan sejumlah fasilitas yang lainnya agar lebih rapi dan tentunya nyaman.
"Cuma yang di bagian atasnya itu kita perbaiki juga dan kita buatkan coworking space, kemudian ada untuk bermain anak dan ada plazanya. Kalau anggarannya diangka Rp 4 miliar," katanya.
Baca juga: Taman Film Bandung Kembali Hidup, Warga Antusias Nikmati Beragam Aktivitas
Ia mengatakan, proses pengerjaan revitalisasi Taman Film tersebut dilakukan selama 75 hari, sedangkan untuk perbaikan tersebut sebetulnya ini sudah direncanakan sejak lama karena kondisinya memang sudah harus diperbaiki.
"Taman Film itu kan kemarin terkesan kumuh ya, seperti ada parkir travel dan kemudian banyak PKL. Jadi ini salah satu upaya kita untuk menata kawasan yang kondisinya memang kurang terawat," ucap Yuli.
Saat ini banyak warga yang melakukan berbagai macam aktivitas di Taman Film pasca revitalisasi dilakukan karena kemudahan akses dan kenyamanan jadi alasan warga untuk turut meramaikan kembali taman tersebut.
"Sudah enak di sini, senang bisa main sama cucu dan juga gak usah bayar. Kalau masuk wahana lain harus bayar," ujar Wati (56) seorang warga asal Kelurahan Tamansari saat menikmati Taman Film.
Wati mengaku, setelah Taman Film direvitalisasi, dia sering membawa anak dan cucunya untuk bermain karena sudah kembali bersih dan nyaman dan banyak warga yang kembali berkegiatan seperti senam sehat untuk menjaga kebugaran tubuh mereka. (*)
Dugaan Pungli Bantuan Revitalisasi Sekolah di Garut Mencuat, Disdik Garut Membantah |
![]() |
---|
Revitalisasi Teras Cihampelas Bakal Dilakukan Bertahap, Diawali Tes Beban Mulai September |
![]() |
---|
Taman Lansia di Bandung yang Sudah Kumuh Direvitalisasi Selama 3 Bulan, Biayanya Rp 1 Miliar |
![]() |
---|
Mega Agrowisata Dibangun di Sukabumi, Sajikan Wisata Baru yang Edukatif dan Panorama Indah |
![]() |
---|
DPRD Sumedang: Jika Ikut Selera Pedagang, Revitalisasi Pasar Parakanmuncang Sulit Terealisasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.