Sanggar Wayang Ajen, Kenalkan Wayang pada Genarasi Z dan Cetak Dalang Muda
Dengan melibatkan generasi Z dan Alpha, pagelaran ini mencoba memberikan pengalaman baru yang berbeda dari pagelaran wayang tradisional.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pagelaran Wayang Ajén yang digelar oleh Ki Dalang Wawan Gunawan atau yang akrab disapa Ki Dalang Wawan di Universitas Padjadjaran, memberikan angin segar dalam pelestarian budaya wayang di Indonesia.
Kali ini, pagelaran tersebut tidak hanya melibatkan para dalang senior, tetapi juga melibatkan anak-anak dari berbagai usia, mulai dari anak TK hingga SD.
Dengan melibatkan generasi Z dan Alpha, pagelaran ini mencoba memberikan pengalaman baru yang berbeda dari pagelaran wayang tradisional.
Helatan kali ini, konsep edukasi yang sangat kuat, yang bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai budaya wayang kepada anak-anak, namun dengan pendekatan yang lebih mudah diterima oleh mereka.
"Kami fokus pada cara bagaimana anak-anak bisa menyerap dan menghayati nilai budaya yang ada dalam wayang, sehingga mereka tidak hanya menonton, tapi juga memahami maknanya," ujar Ki Dalang Wawan, Sabtu (18/1/2025).
Di pagelaran ini, 16 dalang muda tampil dengan kolaborasi yang tidak biasa, menggunakan format yang sudah dirancang dengan cermat.
"Kami melibatkan anak-anak sebagai bagian dari pertunjukan ini untuk memperkenalkan cara-cara baru dalam pendalangan, yang tentunya disesuaikan dengan perkembangan jaman. Ini adalah hasil dari pelatihan yang telah kami rancang melalui skenario dan modul yang tepat." katanya.
Pagelaran ini juga merupakan puncak dari kerja keras Ki Dalang Wawan dalam mengembangkan pendidikan perwayangan di Kota Bekasi.
Sejak beberapa waktu lalu, dia membuka diklat perdalangan, yang kini sudah menghasilkan banyak siswa-siswi berbakat yang kini tampil di panggung.
“Kami tidak hanya memberikan pelatihan teknik, tapi juga memastikan anak-anak menikmati proses belajar wayang, sehingga mereka merasa betah,” kata Wawan.
Proses persiapan untuk pagelaran ini biasanya memakan waktu satu hingga dua bulan.
Namun, Wawan mengungkapkan bahwa ada beberapa anak yang hanya membutuhkan dua minggu pelatihan untuk tampil dengan baik.
"Kami punya format pelatihan yang menghindari kejenuhan, dengan modul yang menarik, sehingga anak-anak tetap bersemangat dan tidak merasa bosan."
Dalam setiap langkahnya, Ki Dalang Wawan dan tim Wayang Ajén berusaha memberi kepastian kepada orang tua tentang manfaat yang akan didapatkan anak-anak mereka.
Tidak hanya belajar tentang seni dan budaya, tetapi juga tentang disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri.
DAM Raih Prestasi di KLHN 2025, Wujud Konsistensi Layanan Terbaik Honda |
![]() |
---|
IATL ITB Membangun Kelembagaan Lokal untuk Atasi Persoalan Sampah di Kota Bandung |
![]() |
---|
Polban Gelar Wisuda, Lulusan Diminta Jadi Pelopor dan Inovator |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar M Lillah Sahrul Mubarok Apresiasi Pemprov Siapkan Program Beasiswa Santri |
![]() |
---|
Anggota DPRD Jabar Lillah Sahrul Mubarok: Teknis Program Beasiswa Santri Diserahkan ke Kemenag |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.